BORNEONEWS, Pangkalan Bun: PLN Rayon Pangkalan Bun, sepertinya bakal dibuat kerepotan. Pasalnya, salah satu organisasi kepemudaan yakni, DPD KNPI Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis (17/3/2016), akan melakukan konsolidasi dengan berbagai komunitas kepemudaan di Kobar untuk rencana menggelar aksi damai.
Menurut Ketua DPD KNPI Kobar, Sayid Abi Nazar, konsolidasi ini dilakukan karena masyarakat berkeluh kesah terkait buruknya pelayanan PLN, Sehingga KNPI sebagai wadah bagi kumpulan semua pemuda di Kobar perlu mengambil sikap.
Lanjut dia, akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi korban jiwa sudah jatuh, korban terakhir adalah warga Tempurung, yang meninggal, Rabu (16/3/2016) dinihari, korban tersengat arus listrik saat mematikan genset.
"Dan korban ini bukan yang pertama, beberapa waktu lalu juga terjadi di Kumai," kata Yasid saat dikonfirmasi Borneonews, Kamis (17/3/2016).
Ia menegaskan, aksi demo yang akan dilaksanakan pada Senin depan ini adalah akumulasi kekecewaan masyarakat Kabupaten Kobar. Rencananya ada beberapa titik yang bakal disambangi yakni, DPRD Kabupaten Kobar, Kantor Bupati Kobar dan terakhir adalah kantor PLN Rayon Pangkalan Bun di Jalan Pakunegara.
" Yang paling bertanggung jawab terhadap hal ini adalah pemerintah daerah dan DPRD sebagai wakil rakyat juga harus bersikap tegas,"
Untuk diketahui, selama rentang tahun 2016 sudah terjadi dua kali peristiwa yang mengakibatkan korban jiwa akibat pemadaman listrik oleh PLN, kejadian yang pertama menimpa warga Kumai dan warga Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arsel.
Menurut sumber saat pemakaman korban, DD (32), saat lampu padam, Rabu (16/3/2016) pukul 23.00, menyalakan genset, saat lampu hidup dinihari ia bermaksud mematikan genset ia tersengat aliran listrik. Korban sempat dilarikan ke UGD RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun. (KK/B-7)
Rep: Koko Sulistyo Red: Sigit Pamungkas



