PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam sepekan terakhir cuaca panas ekstrem melanda seluruh dunia khususnya Indonesia, hal ini tentu perlu diwaspadai oleh semua pihak termasuk masyarakat. Melihat situasi ini prediksi musim kemarau pun akan terjadi.

Legislator Kalteng, Kuwu Senilawati menyebut dengan situasi panas ekstrem ini tentu hal tersebut dapat memicu potensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di wilayah Kalteng. Sehingga, upaya pencegahan dini pun perlu dilakukan.

"Pencegahan perlu dilakukan, itu pun tidak hanya dilakukan dengan menyiapkan sarana dan lain sebagainya, tapi harus juga dimulai dari pencegahan dari tingkat individu artinya mensosialisasikan kepada masyarakat secara langsung," katanya, Kamis, 27 April 2023.

Dirinya menilai, pencegahan dari tingkat individu perlu dilakukan untuk mengubah pola pikir dan perilaku dari masyarakat, khususnya para petani atau peladang dalam mengelola lahan pertanian atau perkebunan milik mereka supaua tidak membakar lahan sembarangan.

"Pencegahan internal dalam hal ini langsung kepada individu tentu menjadi opsi yang paling baik dan penting. Semakin banyak masyarakat yang teredukasi maka dampak positif yang ditimbulkan tentu banyak sekali utamanya tidak menimbulkan kabut asap," jelasnya.

--page


Dikatakannya, upaya pencegahan seperti itu memang bukan perkara mudah dan instan. Sebab, kegiatan membakar lahan sudah menjadi kebiasaan yang terjadi secara turun temurun, sehingga untuk mengubahnya pun harus dilakukan secara bertahap.

Meski demikian, dengan rencana pemerintah untuk melakukan regenerasi petani dengan melibatkan generasi muda. Tentu menjadi momentum yang tepat untuk mulai merubah pola pikir dan perilaku masyarakat dalam mengelola lahan pertanian dan perkebunan mereka.

"Pastinya untuk mengubah itu haruslah dilakukan kepada generasi muda yang kelak menggantikan generasi tua. Pola pikir ini arus diajarkan agar nantinya dapat mereka teruskan pada generasi setelahnya. Dengan begitu, bencana seperti karhutla tidak lagi menjadi bencana tahunan yang terjadi rutin setiap tahunnya," tegasnya. (DONNY D/Y)