Badan Urusan Logistik (Bulog), Sub Divisi Regional Pangkalan Bun, menyebut penjualan beras kepada pedagang langsung pada rentang bulan Januari hingga Pebruari 2016 yang ditawarkan Bulog adalah bagian dari kegiatan operasi pasar Cadangan Beras Pangan (OP-CBP) dalam rangka stabilisasi harga beras.
Hal itu ditegaskan Kepala Bulog Sub Divisi Regional (Sub Divre), Pangkalan Bun, Sutarno di ruang kerjanya, Rabu (16/3/2016).
“ Itu berdasarkan keputusan bupati kobar dan faksimili Dalam Negeri Perum Bulog Divre Kalteng,” cetus Sutarno.
Menurutnya ada dua mekanisme penyaluran beras OP-BCP, yakni melalui tim satgas Pangkalan Bun. Penjualan beras melalui satgas ini harga eceran tertinggi (HET) adalah Rp8200, sementara penyaluran yang melalui pedagang langsung dengan HET Rp8400.
“ Harga dari pedagang langsung sudah ditetapkan HET-nya,” tegas Sutarno.
Hingga saat ini ada lima pedagang binaan yang menyalurkan kegiatan OP-CBP di Pasar Indra Sari, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, diantaranya toko Mama Iis, Toko Mama Putri dan Toko Kurnia.
OP-CBP sesuai dengan faksimil yang diterima Bulog Pangkalan Bun dari Divre Kalteng, maka sejak tanggal 4 Maret 2016 sudah dihentikan.
“ Sejak 14 Januari hingga 4 Maret, Bulog ditarget untuk memasok beras OP sebanyak 100 ton, jadi sejak tanggal 1 Maret Bulog tidak melayani penjualan langsung ke pedagang, tetapi OP yang melalui satgas masih tetap berlangsung,” terang Sutarno. (KK/B-12).






