Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Hadi Prabowo, menyebut sejumlah pengusaha perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan jasa kontsruksi berkomitmen membangun 800 sumur bor pada 2016. Ini sebagai upaya mencegah bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan seperti pada 2015.


Pelibatan pengusaha dari berbagai bidang tersebut karena luas wilayah Kalteng 1,5 dari Pulau Jawa. Ini memerlukan sekitar 2.000 sumur bor, jika ingin bencana kabut asap tidak terulang selamanya.


“Saya sudah meneliti dokumen anggaran provinsi, kabupaten, dan kota  2016, embung 17 buah, sekat kanal 14 buah, dan reservoir satu buah. Sedangkan sumur bor hanya 292 buah dan masih jauh dari yang dibutuhkan. Itulah kenapa kita melibatkan pengusaha membangun sumur bor,” kata Hadi di Palangka Raya, Jumat (18/3/2016).


Hadi yang juga pejabat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menyebut pelibatan pengusaha itu dilakukan setelah penandatangan nota kesepakatan (MoU). Pengusaha yang tergabung dalam lima kelompok itu masing-masing akan membangun sekitar 160 buah sumur bor.


Rapat koordinasi


Dia mengatakan, untuk menyingkronkan pembangunan itu, rencananya pada 21 Maret 2016 nanti pemerintah bersama pengusaha akan mengadakan rapat koordinasi. Agendanya,membahas teknis pembangunan sumur bor, termasuk jadwal pelaksanaan, lokasi maupun spesifikasi teknisnya.


“BMKG (Bdan Meteorologi, kkimatologi, dan Geofisika) memprediksi per 1 Mei 2016 Kalteng telah memasuki musim kemarau basah, sehingga semua pihak sepakat pembangunan sumur bor harus selesai dan dapat difungsikan dengan baik paling lambat 30 April 2016. Semoga tidak ada kendala dalam pelaksanaannya,” kata Hadi.


Selain membangun berbagai sarana dan prasarana mencegah kebakaran hutan dan lahan, Pemprov Kalteng  melakukan beberapa persiapan. Mulai dari membentuk Tim Pendamping Kabupaten/Kota, Pembentukan Satgas Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan serta melaksanakan patroli terpadu di 15 desa. (ANT/B-1)