BORNEONEWS, Sampit - Pemadaman listrik bergilir tanpa jadwal jelas sudah sangat meresahkan dan membuat kesal seluruh masyarakat. Sudah saatnya ada pihak ketiga atau investor yang membantu mengatasi krisis listrik di daerah.
“Kalau masih tergantung pasokan listrik dari PLN, ya seperti ini. Pemadaman listrik tak menentu bisa setiap saat terjadi dengan alasan klasik yakni pemeliharaan mesin,” kata Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Abdul Kadir saat dihubungi, Sabtu (19/3/2016).
Karena itu, politisi Partai Golkar tersebut menyarankan agar pemerintah kabupaten setempat mencari investor yang sanggup membangun pembangkit listrik, guna menambah pasokan listrik di daerah ini.
“Kotim ini memiliki potensi untuk dibangun pembangkit listrik. Batubara kita punya. Perkebunan sawit begitu luas, dan limbahnya bisa diolah menjadi tenaga listrik, seperti yang dikembangkan di beberapa perkebunan. Tenaga air pun bisa menggunakan Sungai Mentaya ataupun air terjun yang ada di daerah ini,” cetus Kadir.
Pembanguan pembangkit listrik dengan menggandeng investor, lanjut dia, juga akan meningkatkan Ratio Elektrifikasi di daerah ini, yang belum mencapai 40%. Selain itu, secara keseluruhan untuk wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah daya listriknya masih kurang sekitar 27 Mega Watt. Pembangkit listrik baru dari swasta akan mampu menambah daya listrik di daerah.
“Meskipun masalah kelistrikan merupakan ranah PLN, tetapi dengan pemadaman kehidupan masyarakat terganggu, pemkab jangan membiarkan kondisi ini berangsung lama. Perlu dicarikan solusinya, salah satunya dengan menggandeng pihak swasta berinvestasi,” jelas dia. (RIFQI/m)



