BORNEONEWS, Tamiang Layang - Selain membersihkan puing-puing bangunan pagar tembok sisi selatan kantor bupati yang roboh pada Selasa, 9 Mei 2023, Pemkab Barito Timur juga membongkar sisa pagar sepanjang sekitar 30 meter yang berpotensi roboh agar tidak membahayakan warga yang beraktivitas di sekitar situ.
Pembersihan puing-puing dan pembongkaran sisa pagar dengan menggunakan mini excavator dan melibatkan pegawai di Bagian Umum Sekretariat Daerah itu diawasi langsung oleh Sekretaris Daerah Panahan Moetar.
"Kita berharap ini nanti tidak terulang kembali, makanya untuk tindak lanjut saya perintahkan untuk bisa bongkar sampai pada titik batas aman sementara dan kita tetap menjaga kontruksi jalan di sekitar kantor bupati ini," ucap Panahan saat diwawancarai.
Pada kesempatan itu dia juga mengungkapkan kekhawatirannya jika kerusakan pagar serta tanah yang longsor itu tidak segera diatasi.
"Kalau ini tidak cepat ditangani maka nantinya jalan bahkan sampai bangunan (kantor bupati) itu akan tergerus. Oleh sebab itu, ini menjadi prioritas khusus bagi pemda untuk kita tangani secepat mungkin," kata Sekda.
Menurutnya, meski belum bisa membangun pagar yang baru, paling tidak dalam waktu dekat Pemkab Barito Timur harus mengamankan struktur tanah dan jalan di sisi selatan kantor bupati sehingga tidak terjadi longsor susulan yang membahayakan bangunan kantor tersebut.
--page
"Kita akan komunikasikan dengan dengan orang teknis bagaimana konstruksi terbaik untuk kondisi kontur tanah yang selisih lebih dari satu meter antara kantor bupati dan Polsek," ujarnya.
Sebelumnya Kapolsek Dusun Timur Iptu Kuslan mengungkapkan bahwa pagar yang berbatasan langsung dengan mapolsek itu roboh sekitar pukul 20.30 WIB, Selasa, 9 Mei 2023. Saat itu terjadi hujan deras yang disertai angin kencang.
Salah satu sepeda motor yang tertimpa pagar tembok adalah milik pribadi Kapolsek. Meski demikian pihaknya belum merinci nilai kerugian akibat musibah itu. (BOLE MALO/J)









