WARGA Desa Pa­tas, Kecama­tan Gunung Bin­tang Awai, Kabupaten Barito Selatan me­ngeluhkan seringnya pemadaman listrik.

Yonatan WL, warga Patas me­ngatakan pemadaman lis­trik­ sering terjadi, membuat beberapa perabot rumah tangga miliknya mengalami

kerusakan.


“Listrik padam mendadak bi­sa sampai 6-7 kali da­lam sehari. Malam pun begi­tu­,” kata Yonatan, Minggu­ (20/3/2016).


Akibat pemadaman listrik, berang elektronik miliknya seperti kulkas, televisi, magic com dan lainnya terbakar semua. Semua itu gara-gara listrik hidup mati.


“Perabotan rumah tangga mi­lik kami yang rusak mau ki­ta kasih ke PLN, biar mere­ka yang perbaiki,” tandasnya.

Anehnya, bayarnya setiap bulan malah mengalami kenaikan. Padahal,listrik sering padam, meski begitu ya tetap harus dibayar.


“Kalau kita tidak bayar, pi­hak PLN langsung datang memutuskan meteran kami, tandasnya.


Hal senada diungkapka­n, Arini Murti, padam listrik sampai setengah hari.


Kadang pula padam dan menyala kembali dan kemudi­an padam kembali.


“Peristiwa seperti itu suda­h berjalan kurang lebih lima bulan ini aan akibatnya sejumlah barang elektronik mi­lik kita rusak karena aliran listrik yang tidak stabil itu,” bebernya.


Anehnya, pihak PLN tidak per­nah memberitahukan ka­lau ada pemadaman, sedang­kan pihaknya berulang kali minta kejelasan soal padamnya listrik ini.


Bahkan pihaknya sering kali membuat surat namun tidak ada jawaban dari PLN. “Jika pemadaman ini PLN ada kerusakan kita tidak ber­tanya-tanya. Asalkan kita di­beritahu. Namun sampai se­karang pemadaman ini ti­dak pernah dikasih tahu,” tan­dasnya.


Untuk itu dia berharap ke­pa­da pemkab maupun DPRD bi­sa menyampaikan masalah ini ke PLN agar nantinya ti­dak ada lagi pemadaman tan­pa pemberitahuan. (B-6)