SEBANYAK 160 taekwondoin dari lima dojan (klub) se-Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) yang
dipusatkan di aula SMKN 1 Pangkalan Bun, Minggu (20/3/2016).
Ujian kenaikan tingkat yang digelar Pengurus Cabang Taekwondo Kobar tersebut dimulai dari sabuk putih hingga merah.
“Ujian kenaikan sabuk digelar sebagai bentuk evaluasi dan penjaringan bakat peserta didik,” ujar pelatih kepala Taekwondo Kobar Budiono.
Sebelum mengikuti UKT, para atlet berlatih menguasai dasar dan teknik di klub masing-masing. “Kami akan menilai dan menguji kemampuan mereka selama latihan, apakah layak untuk kenaikan sabuk atau tidak,” sebutnya.
Ke depan, atlet yang telah menguasai teknik beladiri asal Korea itu dapat dikembangkan menjadi prestasi, baik itu tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun internasional.
Atlet taekwondo Kobar sendiri selalu menjadi langganan meraih medali emas di setiap gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Ironisnya, hingga saat ini Pemkab Kobar belum memperhatikan perkembangan cabang olahraga ini dengan baik.
“Matras saja kami masih pinjam, gedung latihan tidak punya, peralatan banyak yang kadaluwarsa. Kami minim sarpras (sarana dan prasarana) latihan,” ucap Budiono.
Sementara itu, anggota tim penguji kenaikan tingkat dari Pengprov Taekwondo Kalteng, Novi Iskandar, menyebut bahwa sebelum naik ke jenjang yang lebih tinggi, pihaknya harus menempa mental dan fisik para taekwodoin. “Itu sudah menjadi prasayarat bagi peserta UKT sebelum mengambil sabuk kenaikan tingkat,” ucap pria yang juga pelatih di Pusat Pelatihan Taekwondo Kabupaten Katingan itu. (CR-1/B-3)








