SUDAH dua pekan, kasus pembunuh Saprudin alias Udin (40 tahun) warga Jalan Kapuas, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, belum tertangkap. Pembunuh korban tersebut merupakan adik kandungnya sendiri, yakni Herman yang juga tinggal satu rumah dengan Udin. Pelaku membunuh korban pada Minggu (24/1/2016) sekitar pukul 19.00 WIB.
“Kami masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku HR,” ujar Kapolsek Baamang Iptu I Made Rudia, Senin (21/3/2016).
Tidak tertangkapnya Herman, diduga kuat karena keluarga mereka sangat menutupi keberadaan pelaku. Hal itu dikarenakan mereka sudah mengikhlaskan tewasnya Udin, yang dianggap sudah durhaka dengan orang tuanya sendiri. Bahkan korban sempat mengusir sang ibu agar pergi dari rumah yang didiami oleh keluarga mereka.
Hal itu terjadi, karena korban yang dikenal pengangguran tersebut ingin menjual rumah tersebut. Selain itu, sebelum pembunuhan itu terjadi. Korban sering cekcok dengan adik-adiknya.
Tidak hanya masalah keluarga, namun dia juga seiring meminta uang kepada sang ibu yang sehari-harinya hanya berjualan kue di daerah tersebut. “Yang pasti kasus ini akan terus berjalan, dan kami akan berusaha untuk menangkap pelaku. Sehingga kejadian sebenarnya akan terungkap,” ungkap Rudia.
Sementara itu, saat ditemukan warga sekitar, kondisi Udin sangat mengenaskan. Dia terkena tiga tusukan senjata tajam berupa tombak di bagian badan sebelah kiri. Sehingga dia kehabisan darah, dan tewas persis di samping kiri rumahnya yang hanya berjarak sekitar 20 meter.
Saat perkelahian itu berlangsung, sejumlah warga sekitar mengaku tidak ada yang melihat. Mereka baru mendapati korban sudah tewas di pinggir jalan, dan kondisinya sudah tidak bernyawa. Pembunuhan itu terjadi diduga karena masalah keluarga yang sejak lama tak kunjung selesai.
(MH/B-7)



