MESKI hujan masih mengguyur Kabupaten Kotawaringin Timur, namun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai mendeteksi kemunculan titik panas atau hotspot pada Senin (21/3/2016).
“Titik panas di Kotim terpantau 1 titik di Kecamatan Seranau. Selain di Kotim, 1 titik panas juga terpantau di Kecamatan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan,” kata Kepala BMKG Bandara Haji Asan Sampit, Yulida Warni, Senin (21/3/2016).
Belum dipastikan apakah titik panas tersebut merupakan kebakaran lahan atau bukan. Meski jumlahnya hanya satu, namun ini menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk waspada. Pencegahan dini harus dilakukan agar kebakaran lahan dan kabut asap tidak sampai terjadi lagi di daerah ini.
Data BMKG cuaca di Sampit dan sekitarnya selama dua hari yakni pada Selasa (22/3/2016) hingga Rabu pukul 07.00 WIB cerah berawan. Jarak pandang berkisar 4000 hingga 10.000 meter. Suhu antara 23 sampai 34 derajat celsius dan kelembaban udara 50 sampai 99%.
Arah angin diperkirakan bertiup dari Timur ke Selatan dengan kecepatan 5 hingga 12 km/jam. Tinggi gelombang di perairan Kalimantan dan Jawa rata-rata 0,5 sampai 1,25 meter, namun harus tetap diwaspadai karena cuaca buruk bisa kapan saja terjadi sehingga harus diwaspadai.
Saat kemarau cukup panjang pada 2015 lalu, Kabupaten Kotim dilanda kebakaran lahan cukup parah. Kabut asap yang terjadi nyaris melumpuhkan aktivitas masyarakat. Penerbangan sempat lumpuh dan sekolah diliburkan.
Hal yang sangat ditakutkan masyarakat adalah dampak asap terhadap kesehatan. Satuan Tugas Penanggulangan Bencana
Kebakaran Lahan dan Asap saat itu membuat sejumlah rumah oksigen untuk membantu masyarakat.
Kondisi yang sangat buruk ini diharapkan tidak sampai terjadi lagi.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim rutin menggelar sosialisasi pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di 17 kecamatan. Tidak hanya di kecamatan, BPBD juga melakukan sosialisasi di perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit. (FI/B-7)



