BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Seruyan, menghentikan pencarian seorang nelayan yang dilaporkan hilang pada Jumat (18/3/2016) di Daerah Aliran Sungai Seruyan.
“Berdasarkan keputusan bersama dengan pihak terkait, akhirnya pencarian nelayan yang dilaporkan hilang kami hentikan,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan Arniansyah di Kuala Pembuang, Rabu (23/3/2016).
Keputusan menghentikan pencarian ini dilakukan, setelah petugas BPBD dan Pol Air Polres Seruyan serta warga melakukan penyisiran di sepanjang sungai dekat lokasi tenggelamnya nelayan, namun tidak juga membuahkan hasil.
“Karena tidak membuahkan hasil, akhirnya kita putuskan untuk menghentikan pencarian,” katanya.
Meskipun pencarian dihentikan secara resmi, lanjut Arniansyah, namun pencarian tetap dilakukan baik keluarga dan dibantu masyarakat daerah itu. Dengan harapan korban segera ditemukan.
“Kami juga tetap meminta keluarga dan masyarakat, jika ada informasi terkait nelayan yang hilang tersebut segera menyampaikan ke BPBD dan kami siap membantu,” katanya.
Sementara, Kasat Polair Polres Seruyan IPTU Mashudi menegaskan, pihaknya akan tetap membantu melakukan pencarian, walaupun dengan intensitas penyisiran akan dikurangi.
“Sesekali kita akan tetap melakukan penyisiran untuk mencari nelayan yang hilang tersebut, semoga saja bisa cepat ditemukan,” katanya.
Nelayan asal Desa Sungai Undang Kecamatan Seruyan Hilir Timur yang diketahui bernama Yani (37), dilaporkan hilang pada Jumat (18/3/2016) malam di salah satu cabang Sungai Seruyan, yakni di Muara Sungai Tabuk.
Pada malam itu, bapak tiga anak bersama beberapa rekannya mengalami kerusakan mesin kapal. Setelah sempat menyelam dan memberitahu pada rekannya bahwa roda kapal hilang, nelayan tersebut kembali menyelam hingga akhirnya hilang dan sampai kini belum ditemukan.
(ANT/B-11)





