Memastikan ketersediaan peralatan pemadaman kebaran (damkar) yang dimiliki seluruh perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pendataan.


Mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kobar, kesiapan personil serta peralatan memadahi sangat diperlukan.


“Ini sesuai hasil rapat koordinasi pencegahan dan kesiagaan menghadapi karhutla tahun 2016, kita akan ajak pihak swasta dan masyarakat untuk ikut menanggulangi Karhutla,” cetus Kabid Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Kobar, Reneli, Rabu (23/3/2016).


Pemkab Kobar melalui BPBD dan dinas perkebunan (Disbun), bekerjasama dengan Kodim dan Polres membentuk tim, untuk melakukan inventarisasi sarana dan prasarana peralatan damkar, yang dimiliki oleh seluruh perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Kobar.


“Mulai hari ini (kemarin), kami terdiri dari dua tim sudah bergerak ke seluruh perusahaan,” ucapnya.


Ia menjelaskan, kegiatan tersebut terbagi atas pendataan inventarisasi peralatan pemadam kebakaran, jumlah anggota atau personel pendukung dan rencana aksi penanggulangan krbakaran tahun 2016.


“Jadi seluruh perusahaan kelapa sawit ini, sebelumnya sudah menandatangani MoU, yang mana dalam surat itu perusahaan bertanggungjawab atas bencana karhutla yang terjadi di daerahnya,” jelasnya.


Menurut Reneli, hal itu agar tidak lagi terjadi bencana karhutla seperti tahun 2015 lalu, yang mana akibatnya timbul bencana kabut asap, yang membuat hampir seluruh sektor lumpuh. Parahnya lagi, banyak korban berjatuhan akibat kabut asap itu.


“Sesuai dengan perintah Presiden RI Joko Widodo, antisipasi sejak dini agar tidak terjadi bencana karhutla pada tahun 2016 ini,” tandas Reneli.(CR-1/B-12)