BORNEONEWS, Lamandau - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang cukup lama terpuruk, dalam beberapa pekan terakhir sudah mulai berangsur membaik. Meskipun tidak signifikan, namun kondisi ini cukup disambut baik para petani, termasuk para petani yang ada di Lamandau.
"Setelah berbulan-bulan harganya anjlok, tapi alhamdulillah sekarang (harga jualnya) sudah lumayan naik. Meskipun tentu kami berharap harganya terus naik dari yang ada saat ini," harap seorang petani bernama Kara, 35, warga Desa Bina Bhakti, Kecamatan Sematu Jaya, Jumat (25/3).
Ia juga menceritakan, dalam beberapa bulan terakhir harga TBS anjlok cukup mengkhawatirkan. Bahkan, katanya, di akhir 2015 harga jual dari petani ke pengepul sampai di angka Rp600/kg. Belum lagi ditambah kemarau panjang di tahun lalu yang mengakibatkan kualitas TBS juga cukup buruk.
"Perlahan tapi pasti sekarang (harga jualnya) sudah lumayan membaik, bahkan saat ini harga TBS berada antara Rp1.100 hingga Rp1.200 untuk setiap kilonya. Namun tentu kami akan lebih senang jika harganya terus naik dan mencapai angka Rp1.500/kg) seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya," sebut Kara yang merupakan warga Eks Trans asal Pati, Jawa Tengah itu.
Baginya, kelapa sawit sejauh ini menjadi salah satu penopang perekonomian mayoritas masyarakat di desanya. Karenanya, pihaknya cukup bergantung harga TBS.
"Jika harga TBS naik, tentu berbagai sektor yang menopangnya juga ikut naik, seperti upah panen dan lain sebagainya," katanya.
Jika beberapa bulan lalu saat harga TBS anjlok, sebutnya, petani juga serba pusing. Jika buahnya dipanen harganya tidak seberapa dan lebih mahal ongkosnya, sehingga tidak jarang jika saat itu banyak petani yang membiarkan buah sawitnya busuk di pohon. (HENDI NURFALAH/m)


