PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Pengurus Surau Nurul Huda mengaku menjadi korban penipuan bermodus dana hibah dengan mencatut nama Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Nuryakin.

Warga Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat menceritakan, peristiwa diawali telepon dari orang yang mengatasnamakan Wakil Gubernur H Edy Pratowo.

“(Dia) mengatakan bahwa persyaratan hibah bantuan untuk Surau Nurul Huda telah lengkap, selanjutnya beliau mengatakan bahwa untuk pencairan akan ditindaklanjuti oleh Pak Sekda H Nuryakin," tuturnya seperti dikutip dari laman resmi Pemprov Kalteng, Kamis, 8 Juni 2023.

Ia mengatakan, nomor telepon yang digunakan adalah 082139279794 dengan foto profil Wakil Gubernur Kalteng.

Selanjutnya, dia ditelpon seseorang yang mengaku sebagai Sekda Kalteng H Nuryakin dengan nomor yang digunakan 08384569695.

Penipu kedua mengaku menindaklanjuti perintah Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo untuk mentransfer langsung ke rekening pengurus surau.

--page

Penipu meminta nama lengkap, foto KTP dan juga nomor rekening. Tidak lama berselang, dikirim via WA berupa bukti transfer dari atas nama Nuryakin ke rekening atas nama Surau Nurul Huda sebesar Rp28.000.000.

"Menurut penjelasan beliau bahwa ini merupakan transfer tahap pertama," imbuh Murimin.

Murimin dan pengurus surau sangat percaya melihat bukti transfer atas nama Sekda Nuryakin tersebut dan merasa bersyukur atas perhatian Pemerintah Pemprov Kalteng.

Setelah itu, penipu kembali menghubungi bahwa dalam dana transfer tersebut ada titipan Rp8.000.000,- untuk kebutuhan mendesak membantu salah satu panti asuhan di Pangkalan Bun untuk biaya operasi salah satu anak panti, dan dana tersebut harus segera ditransfer.

“Beliau memberikan nomor rekening tujuan Bank BRI atas nama Mochamad Sofili, dan tanpa berpikir panjang saya minta bantuan bendahara surau Pak Karim untuk mengupayakan transfer segera ke rekening tersebut," tuturnya.

Selanjutnya, bukti transfer kirimkan ke orang yang mengaku Sekda Kalteng dan dilanjut dengan ucapan terima kasih atas dukungan kepada yayasan.

Setelah berhasil dengan aksi pertama, tidak lama berselang kembali orang yang mengaku Sekda Kalteng mengirimkan bukti transfer tahap dua sebesar Rp 45.000.000,- dengan komitmen dari angka tersebut dititip Rp15.000.000,- untuk dikirim kembali ke rekening yang disebutkan pertama, karena  Rp8.000.000,- belum mencukupi untuk keperluan yang sangat mendesak.

--page

“Kami orang kampung, di luar kemampuan kami untuk mencari dana talangan sebanyak itu. Akhirnya, kami putuskan untuk mentransfer besoknya tanggal 7 Juni dengan harapan bisa diambil dari pencairan hibah di Bank Kalteng Kumai. Hal tersebut disetujui oleh orang yang mengaku Sekda Kalteng tersebut” bebernya.

Namun, keesokan harinya, H Murimin melakukan pengecekan sekaligus bermaksud melakukan penarikan di Bank Kalteng Kumai. Ternyata tidak ada dana sepeserpun yang masuk. Murimin sadar bahwa ia telah ditipu.

“Kami cek tidak ada dana yang masuk, kami coba hubungi nomor yang mengaku Wakil Gubernur dan Sekda Kalteng sudah tidak aktif," tuturnya.

"Saya berupaya mencari tahu nomor Sekda Pak Nuryakin dan akhirnya dapat, lalu saya menghubungi untuk menjelaskan hal tersebut. Dari hasil komunikasi dengan pak Nuryakin, kesimpulan mutlak kami telah tertipu," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng H Nuryakin mengaku telah berkomunikasi dengan H Murimin dan mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan saat ini.

“Kelemahan kita adalah tidak imun terhadap modus-modus penipuan seperti ini, cenderung cepat percaya tanpa berupaya mencari tau dulu kebenaran informasi yang diterima," tuturnya. (HERMAWAN DP)