SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kotawaringin Timur, Imam Subekti menuturkan, pihaknya aktif dalam melakukan pendampingan jika terjadi kekerasan kepada perempuan dan anak.

"Untuk penanganan kalau dia pidana nanti dari di Polres kan unit perlindungan perempuan dan anak nanti kami kolaborasi pendampingan, sedangkan kalau sampai perlu misalnya visum dan sebagainya ke rumah sakit kita dampingi pasien dan keluarga," ungkapnya, Kamis, 22 Juni 2023.

Seperti kasus viral baru-baru ini, seorang ibu yang menganiaya anaknya hingga meninggal dunia. Imam mengatakan pihaknya juga turut serta melakukan pendampingan terhadap ibu tersebut.

Imam menuturkan, tidak hanya sebatas itu, pihaknya juga mengantisipasi adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan melakukan sosialisasi.

"Dinas DP3AP2KB melakukan sosialisasi dalam rangka menghindari kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jadi kita ada kegiatan di beberapa Kelurahan dan desa dan kebetulan memang menyesuaikan dengan pendanaan yang ada," jelasnya.

--page

Menurutnya, untuk tindak kekerasan pihaknya akan melakukan pendampingan sesuai keadaan dilapangan.

"Kami sekarang ada UPTD perlindungan perempuan dan anak ya tentunya apabila ada kasus yang memang perlu kita akan mendampingi dan juga kita meneliti bersama dengan pihak terkait," tutupnya. (NOOR ANNISA/Y)