PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy menyampaikan kinerja perbankan di Kalteng sejak Januari hingga Juni 2023 ini.

"Kinerja Bank Perekonomian Rakyat atau BPR dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah atau BPRS mengalami pertumbuhan dengan baik, dengan Aset tumbuh sebesar 75,59 persen yoy, Dana Pihak Ketiga meningkat 87,45 persen yoy dan Kredit sebesar 49,87 persen yoy dengan tingkat kredit macet sebesar 2,54 persen atau turun 39,07 persen yoy," kata Otto pada Senin, 26 Juni 2023.

Penyaluran kredit BPR dan pembiayaan BPRS menurut Otto didominasi penyaluran pada jenis usaha UMKM sebesar Rp1,55 triliun atau sebesar 91 persen dari total penyaluran kredit dari semua jenis usaha.

"Penyaluran kredit masih perlu untuk ditingkatkan seiring dengan DPK yang bertumbuh secara signifikan," tuturnya lagi.

Dana Pihak Ketiga atau DPK, lanjutnya, meningkat sebesar 2,89 persen dan Kredit sebesar 14,99 persen dengan tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan sebesar 1,33 persen.

--page

"Kredit bank umum didominasi oleh sektor Kredit Investasi yang memiliki porsi sebesar 21,47 persen dengan 5 kredit sektor ekonomi terbesar adalah Pemilikan Alat Rumah Tangga, Pertanian, Perburuan dan Kehutanan, Perdagangan Besar dan Eceran, Pemilikan Rumah Tinggal dan Industri Pengolahan," bebernya.

Sementara itu 5 kabupaten/kota penyaluran kredit terbesar di Provinsi Kalimantan Tengah berada pada Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Barito Utara. 

"Penyaluran kredit pada bank umum masih didominasi pada jenis usaha non UMKM sebanyak Rp27,95 triliun atau sebesar 65 persen dari total penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha," terang Otto. (TESTI PRISCILLA/)