SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Salah satu cara pemerintah daerah dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yakni pengaktifan pos lapangan (Poslap) di enam kecamatan yang ada di Kotim. 

Berbagai upaya dilakukan bahkan baru-baru ini Dinas terkait menggelar Apel Siaga dan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Karhutla di halaman Kantor BPBD Kotim.

"Terkait pencegahan karhutla berbagai upaya harus dilakukan seperti pengaktifan pos lapangan pos di 6 kecamatan," kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Rabu, 28 Juni 2023.

Adapun pengaktifan Poslap di enam kecamatan yaitu Kecamatan Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara, Mentawa Baru Ketapang dan Seranau.

Pengaktifan Poslap ini melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan organisasi masyarakat peduli api (MPA),  tim serbu api kecamatan yang didanai oleh Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). 

--page

"Penyelesaian karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial masing-masing pihak. Namun perlu adanya kerjasama yang baik antara seluruh stakeholder, tidak perlu saling menyalahkan, tapi kita berupaya memberikan kontribusi yang maksimal karena tindakan saling menyalahkan tak akan pernah menyelesaikan masalah," ujarnya.

Seringkali karhutla terjadi karena hutan ataupun lahan sengaja dibakar ataupun terbakar karena kelalaian membiarkan api pembakaran yang masih menyala sehingga menimbulkan kerugian akibat karhutla, seperti terganggunya transportasi, jarak pandang pendek hingga tercemarnya udara.

"Selain itu pernapasan pun menjadi terganggu. Karena itu harus dicegah dan ditanggulangi sedini mungkin," tegasnya. 

Irawati berharap setelah digelarnya apel siaga belum lama ini, seluruh pemangku kepentingan di bumi habaring burung diinstruksikan agar meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang telah terbangun baik selama ini. 

Menurutnya antisipasi dan pencegahan serta penanggulangan karhutla membutuhkan koordinasi yang lebih intensif.

--page

"Langkah ini penting agar bencana karhutla tidak menjadi bencana kabut asap yang merugikan semua pihak," sebutnya. (NOOR ANNISA/H)