BORNEONEWS, Buntok - Seorang residivis bernama Untung, 30, warga Desa Baru, Kecamatan Dusun Selatan (Dusel), Barito Selatan (Barsel), saat ini masih dicari polisi. Lelaki itu diduga menganiaya Mardiyanto, alias Madi, yang mengakibatkan korban mengalami luka sobek pada bagian punggung sepanjang 15 cm.


Informasi yang dihimpun Borneonews, pelaku memang tempramental. Saat itu mengamuk dengan membawa parang dan membacok korban, hingga mengakibatkan korban harus menjalani perawatan  intensif di Rumah Sakit Jaraga Sasameh Buntok,  Minggu (4/4) sekitar pukul 15.WIB.


Informasi dari pihak kepolisian menyebutkan, sebelum kejadian tersebut pelaku membawa parang ke rumah Kepala Desa Muara Talang dan bermaksud mencari sang kepala desa.

Karena melihat pelaku membawa senjata tajam, warga sekitar berdalih bahwa kepala desa tidak berada di rumahnya.


Setelah tidak berhasil menemui kepala desa, pelaku pulang. Dalam perjalanan pulang saat itu, pelaku bertemu korban, warga Desa Muara Talang Dusel. Terjadilah cek-cok mulut di antara keduanya.


Untung merasa korban membela kepala desa yang dicarinya. Ia langsung menebaskan parangnya kepada korban. Sembari menghindar, korban melarikan diri, bersembunyi ke tepi sungai dan masuk ke dalam jamban warga setempat.


Dalam persembunyiannya, korban baru merasakan bahwa di bagian punggungnya mengalami luka yang mengeluarkan banyak darah. Setelah merasa aman, barulah korban meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga setempat melarikannya ke rumah sakit.


Kapolsek Dusel AKP Tri Prasetyo, saat dikonfirmasi membenarkan  kejadian pembacokan tersebut. “Benar telah terjadi pembacokan kepada korban Madi, namun pelakunya  melarikan diri,” terang Tri.


Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap pelaku pembacokan yang juga diketahui seorang residivis dalam kasus yang sama.


“Saat ini masih melakukan pengejaran terhadap tersangka. Sesegera mungkin harus dapat kita ringkus, untuk menghindarai korban barikutnya ” pungkas Tri. (LAILY MANSYUR/m)