BORNEONEWS, Palangka Raya - Perjanjian kerja sama pembangunan sumur bor antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama dengan konsorsium pengusaha bidang perkebunan, kehutanan, pertambangan dan jasa konstruksi, dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2016 akhirnya ditandatangani.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini berlangsung di Aula Eka Hapakat, Senin (4/4/2016). Konsorsium berkewajiban membangun sebanyak 800 unit sumur bor dari target 2.000 unit sumur bor.
Penjabat Gubernur Kalimantan Tengah Hadi Prabowo dalam sambutannya mengatakan, pasca penandatanganan, pihak konsorsium diminta segera melaksanakan pembangunan yang disesuaikan dengan melihat titik-titik sebaran pembangunan sumur bor.
“Secara paralel, khususnya Asisten II dan Asisten III Setda Kalteng saya perintahkan untuk segera merumuskan pengoperasionalan dan upaya pemeliharaan sumur bor ini. Hal ini penting dilakukan, agar jangan sampai sumur bor sudah terbangun, namun tidak ada biaya untuk mengoperasionalkan sumur bor ini," ungkap Hadi.
Terlebih, lanjut Hadi, pada Mei 2016 Kalteng diprediksi akan memasuki El Nino (kemarau panjang), maka sumur bor tersebut harus sudah bisa dioperasionalkan untuk mencegah karhutla kembali terjadi.
Selain itu, Pemprov juga mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalteng untuk segera melengkapi kekurangan pembangunan sumur bor bersama pemerintah pusat.
"Untuk sekarang, sudah terdapat 800 sumur bor dari konsorsium, 108 sumur bor dari Pemprov Kalteng dan 184 sumur bor dari Pemkab Pulang Pisau. Sehingga, kabupaten/kota lain dan pemerintah pusat harus segera didorong membangun sumur bor untuk memenuhi target 2000 sumur bor," jelasnya.
Sementara dalam pemeliharaan dan pengelolaannya, pemerintah akan melibatkan masyarakat. Sehingga diupayakan pencegahan karhutla tersebut, berbasis pemberdayaan masyarakat dan dia optimis Kalteng akan bebas asap pada 2016 dan seterusnya.
Di tempat yang sama, Sekda Kalteng Sun Jarias, menambahkan, penandatanganan tersebut, berdasarkan hasil pertemuan antara Pemprov Kalteng dengan kalangan pengusaha pada 14 Maret 2016 di Jakarta. Dalam pertemuan itu, disepakati antara Pemprov dengan konsorsium pengusaha sektor perkebunan, pertambangan, kehutanan dan jasa konstruksi membangun sebanyak 800 sumur bor dari rencana 2.000 sumur bor.
"Jadi diharapkan 2016 dan seterusnya, Kalteng akan terbebas dari bencana kabut asap akibat karhutla. Dalam pertemuan itu pula, telah disepakati konsorsium pengusaha sektor perkebunan membangun sebanyak 400 buah sumur bor, sektor pertambangan 160 sumur bor, sektor kehutanan 160 sumur bor, serta jasa konstruksi 80 sumur bor," ucap Sekda.
Tidak itu saja, disepakati pula seluruh sumur bor sudah selesai dibangun dan berfungsi dengan baik paling lambat pada 30 April 2016.
Dalam implementasinya, telah disepakati perwakilan konsorsium sektor perkebunan adalah Plt Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalteng Andi Agus Odek, konsorsium sektor kehutanan adalah Komisaris Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Eman Sulaiman, konsorsium sektor pertambangan adalah David Rikardo dari PT Wahyu Multi Garuda Kencana, sedangkan di sektor jasa konstruksi yakni Komisaris Utama PT Tahasak Sungai Kahayan Luhing Simon. (TESTI PRISCILLA/m)





