PANGKALAN BUN - Dampak turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, baru-baru ini mulai mempengaruhi jumlah antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Pangkalan Bun.
Akibatnya, pengendara yang sebelumnya leluasa mengisi BB, kini harus rela mengantre.
Bahkan, antrean ini terjadi di seluruh SPBU di Kota Manis. Seperti yang terjadi pada hari Senin (04/4/2016) di SPBU Jalan Pakunegara, dari pagi antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga ke bahu jalan raya.
Di hari yang sama, antrean juga terjadi di SPBU Jalan Diponegoro. Tampak juga di SPBU dekat Bundaran Pancasila. Tak seperti hari biasanya, kendaaraan yang mengantre BBM juga terlihat banyak.
“Ini dampak dari penurunan BBM beberapa waktu lalu, masyarakat yang biasa mengisi BBM di warung pinggir jalan lebih memilih mengisi ke SPBU,” ungkap salah satu staf SPBU Paku Negara yang enggan disebutkan namanya, Senin (04/4/2016) kemarin.
Menurut penuturannya, antrean kendaraan hingga berjumlah ratusan ini terjadi sejak dua hari terakhir. Bahkan, dari pagi sampai sore SPBU tak pernah sepi dari pembeli.
Meski harga BBM jenis premium dan solar secara resmi diturunkan, hal tersebut tak berpengaruh bagi penjual BBM eceran. Mereka tetap menjual premium per liternya dengan harga Rp8.000.
“Masih harganya Rp8.000 per liternya. Ini soalnya stok BBM lama,” kata penjual premium eceran di Jalan Pakunegara. (CP/B-12)


