BORNEONEWS, Nanga Bulik – Bupati Lamandau Hendra Lesmana meminta warga dan ASN di daerah setempat untuk bijak bermedia sosial terutama saat membuat, menerima atau menyiarkan konten terkait pemilihan umum dan politik.
“Selalu saring setiap informasi yang diterima, apalagi yang sifatnya provokatif, terlebih saat ini kita sudah masuk pada tahapan pemilihan umum,” kata Bupati Hendra di Nanga Bulik, Kamis, 3 Agustus 2023.
Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lamandau, bisa menyaring dan mendeteksi secara dini terhadap setiap informasi yang berkembang di media sosial.
Bupati meminta warganya untuk tidak mengeluarkan kata-kata tidak baik sehingga berpotensi dilaporkan ke pihak penegak hukum, akibat unggahan, baik itu pencemaran nama baik ataupun mengarah suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Apabila ada salah satu warga internet yang kedapatan membuat kegaduhan atau berbuat pencemaran nama baik dan SARA, maka itu ranah penegak hukum untuk diproses sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
--page
Biasanya, seiring dengan mendekatinya waktu kampanye pada pelaksanaan pemilihan umum, suhu politik pun meningkat. Saat itu akan muncul akun-akun baru di media sosial. Komentar dan unggahan yang ada di media sosial tak jarang juga yang berkonotasi negatif. Namun demikian, sampai saat ini kondisi daerah masih tetap aman dan tidak ada gangguan kamtibmas.
“Kami telah instruksikan kepada instansi terkait untuk terus mengedukasi masyarakat supaya bijak dan menyaring setiap informasi yang beredar di media sosial,” beber Hendra.
Bupati berharap, penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024 juga akan turut menentukan kondisi stabilitas politik. Dia juga berharap pelaksanaan Pemilu 2024 dapat membawa dampak positif, tanpa menimbulkan ekses negatif dan gejolak di tengah masyarakat.
“Jangan mudah terpancing isu di media sosial yang bisa merugikan diri kita sendiri. Jadi, bijaklah dalam menggunakan media sosial,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/J)









