BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat akan kesulitan mencari armada penyebrangan ke Pulau Jawa via kapal laut. Sejak Rabu (6/4/2016), KM Egon milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelni) dialihkan ke Surabaya untuk melayani rute Surabaya - Makasar.


Dampak dari pengalihan rute itu, kini PT Pelni Cabang Pangkalan Bun tak bisa lagi melayani jasa penyeberangan segala jenis kendaraan bermotor, baik ke Semarang ataupun Surabaya dan sebaliknya. Pelni kini hanya menyediakan dua armada kapal yakni KM Awu dan Kelimutu. Kedua kapal motor tersebut khusus angkutan penumpang saja. 


"Kami sekarang lagi bingung, Pelni pusat pun tak menjelaskan kenapa KM Egon ditarik dari rute Kumai dan dialihkan ke wilayah timur," ungkap Kepala Cabang PT Pelni Pangkalan Bun, Yursal, Rabu (6/4/2016).


Tidak tersedianya kapal pengangkut barang atau kendaraan TB bermuatan barang serta kendaraan pribadi ini membuat Pelni Pangkalan Bun galau. Sebab, menurut Yursal, permintaan penambahan kapal lagi tidak serta merta bisa diusulkan oleh Pelni. Harus masyarakat yang meminta. 


"Masyarakat nanti meminta kepada pemerintah daerah, kemudian pemerintah daerah bersama Pelni Cabang Pangkalan Bun meminta penambahan kapal ke Pelni Pusat," jelasnya.


Yursal mengaku bingung dengan penarikan KM Egon oleh Pelni pusat, sebab mulai saat ini pihaknya tak bisa menyediakan lagi layanan pengangkutan kendaraan bermotor baik pribadi atau mobil barang. Terlebih, dalam beberapa bulan lagi, lalu lintas pelayaran akan menghadapi arus mudik lebaran.


"Masyarakat Kobar dan sekitarnya sudah biasa menggunakan Egon, sekarang tidak ada lagi. Banyak yang mempertanyakan dan menyayangkan," aku Yursal.


Kapal Docking 1 Bulan Lebih


Krisis kapal pengangkut barang di Pelabuhan Panglima Utar Kumai tak berhenti disitu. Satu bulan ke depan beberapa kapal yang biasa berlayar menuju surabaya dan Kendal milik PT Pelni dan ASDP akan docking. Sehingga, hanya satu armada kapal milik PT Pelni yang akan melayani rute Kumai - Semarang.


"KM Kelimutu saja yang akan beroperasi dari Pelni," katanya.


Selain Pelni, hanya ada kapal milik DLU saja yang masih beroperasi. "KM Kalibodri juga sedang docking," pungkasnya. (CECEP HERDI/m)