TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kebakaran lahan terjadi di Longkang RT 14 Desa Jaar Kabupaten Barito Timur, Selasa, 15 Agustus 2023. Api yang telah berhasil dikendalikan tersebut hampir merembet ke lingkungan perkantoran dan rumah warga.

Koordinator Kebencanaan Relawan Matabu Jaya, Achmad Khomaru mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi kebakaran dari Kapolsek Dusun Timur sekitar pukul 15.10 WIB dan langsung meluncur ke lokasi kebakaran.

Selain Relawan Matabu Jaya, bantuan pemadam juga datang dari Damkar Pemda, UPBS Pasar Panas, Sulung Rescue serta personel TNI dan Polri.

"Perkiraan satu hektare lebih yang terbakar. Terakhir pukul 18:30 WIB api sudah bisa dikuasai dan kami melakukan pembasahan di sekitaran lahan yang dekat dengan bangunan," jelas Khomaru.

Pihak sempat mengalami kendala saat pemadaman karena sulitnya mencari sumber air yang dekat.

--page

"Selang kami panjangnya terbatas dan sumber air terdekat jaraknya 2 kilometer dari lokasi kebakaran," papar Khomaru.

Meski kebakaran berhasil dikendalikan namun hingga kini belum diketahui persis penyebab kebakaran tersebut.

"Belum diketahui siapa yang membakar atau penyebab kebakaran. Hanya saja keterangan warga tadi ada yang membakar lahan di ujung kantor Bappeda dan di situ ditemukan parang panjang bekas orang menebas lahan," kata Khomaru.

Dia kemudian menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat Barito Timur agar selalu waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, seperti membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar.

"Kita harus bekerja sama dalam menjaga kelestarian lingkungan kita dari bahaya kebakaran," pesannya.

--page

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG melalui Stasiun Metereologi Kelas IV Sanggu memperingatkan bahwa Barito Timur saat ini memasukinya puncak musim kemarau.

"Kondisi cuaca khususnya di wilayah Barito Timur saat ini memasuki fase Puncak Musim Kemarau yang diperkiraan terjadi hingga pertengahan September," kata Kepala Stasiun Metereologi Sanggu, Nur Setiawan, Minggu, 13 Agustus 2023.

Dengan kondisi cuaca seperti saat ini, lanjut dia, menyebabkan tanah atau lahan menjadi kering dan mudah memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Karena itu kami mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta lebih bijak dalam membuka lahan dengan cara membakar," pesan Nur Setiawan.

Dia juga berharap instansi terkait mengambil langkah-langkah penyesuaian di sektor pertanian untuk mengatasi kekeringan yang terjadi selama musim kemarau yang masih tersisa sekitar satu setengah bulan lagi.

"Masyarakat Barito Timur dan stakeholder terkait kami imbau agar selalu memperbaharui informasi cuaca dan iklim melalui berbagai media diseminasi BMKG untuk selalu mengantisipasi perubahan cuaca," tandasnya. (BOLE MALO/J)