WARGA Desa Persil Raya Kecamatan Seruyan Hilir saat ini tengah diresahkan dengan kerap terlihatnya kawanan buaya pada aliran sungai di desa itu pada malam hari. 


Kemunculan hewan predator tersebut sering terlihat warga di sekitar bangunan jembatan akses utama keluar masuk Kuala Pembuang.


Terkait itu, puluhan warga berinisiatif melakukan penyisiran atau pencarian dengan harapan bisa menangkap buaya yang dikabarkan berjenis buaya sapit. 


Upaya penangkapan yang dilakukan warga dilakukan secara bersama menggunakan peralatan seperti senter serta alat penangkap.


“Sudah lima malam terakhir ini kita melakukan pencarian untuk  menangkap buaya yang sangat membahayakan keselamatan warga saat beraktivitas di sungai,” kata Kai Iim, warga Desa Persil Raya, Jumat (8/4).


Sejauh ini, upaya penyisiran dan pencarian penangkapan buaya di beberapa titik pinggiran sungai belum membuahkan hasil. 


Saat buaya terlihat dan akan ditangkap, buaya tersebut berhasil lolos.


“Ada tiga ekor buaya yang pernah terlihat dengan ukuran yang berbeda. Buaya yang paling besar panjangnya sekitar dua meter.

Sementara buaya lainnya, ada berukuran kecil. Hampir setiap malam sering muncul di sungai. Makanya kita lakukan pencarian pada malam hari,” ujarnya.


Warga lainnya Rahma, mengatakan, sering munculnya buaya dekat perumahan warga yang berada dipinggiran sungai, membuat banyak warga mengaku takut untuk beraktivitas di sungai.


“Anak-anak di desa ini yang dulunya sering mandi di sungai sekarang sudah tidak berani lagi. Dan dilarang orangtuanya,” kata Rahman.


Upaya pencarian penangkapan buaya selama beberapa malam ini mendapat bantuan dari personel kepolisian yang kebetulan melakukan patroli malam hari. Mereka bersama warga turut mencari buaya yang meresahkan tersebut.(B-11)