BORNEONEWS, Nanga Bulik – Bupati Lamandau Hendra Lesmana mengajak seluruh elemen masyarakat di daerah setempat untuk terus merawat persatuan di dalam bingkai keberagaman. Hal itu disampaikannya saat menonton pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk di Bundaran Rusa Nanga Bulik.
Menurut Hendra, pagelaran Wayang Kulit dengan lakon ‘Asmoro Bumi’ yang digelar di tengah Ibukota Kabupaten Lamandau itu sebagai bentuk upaya pemerintah daerah setempat mendukung pelestarian keberagaman seni dan budaya di tengah masyarakat.
“Masyarakat Kabupaten Lamandau terdiri dari beragam adat dan budaya. Keberagaman inilah yang menjadi kekuatan daerah ini,” terang Hendra di Nanga Bulik, Minggu, 20 Agustus 2023.
Menggunakan pakaian adat Jawa Beskap, Bupati Hendra Lesmana menghadiri Pagelaran Wayang Kulit yang dilakonkan Dalang Ki Warseno Slank. Pagelaran itu digelar di pengujung bulan Muharram 1445 Hijriah sekaligus bertepatan dengan HUT RI ke 78 dan Hari Jadi Kabupaten Lamandau ke 21.
Bupati menyebut, baju adat Jawa Bekap itu dikenakan sebagai bentuk kecintaannya atas ragam kebudayaan yang ada di Kabupaten Lamandau. Ia berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian seni budaya di daerah setempat, begitupun setiap kegiatan sosial kemasyarakatan.
--page
“Keragaman yang terdapat di Kabupaten Lamandau semacam ini jangan sampai menjadi pegkotak-kotakan dalam kehidupan sosial masyarakat, keragaman itu harus menyatukan,” tegas Bupati.
Penyerahan wayang Semar sebagai sosok pamong dalam pewayangan secara simbolis dari Bupati Lamandau Hendra Lesmana kepada Dalang Ki Warseno Slank dari Solo, Jawa Tengah menandai dimulainya pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon ‘Asmoro Bumi’. (HENDI NURFALAH/J)









