BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sejak awal tahun, yaitu periode 1 Januari sampai dengan 20 Agustus 2023, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas tercatat ada 47 kejadian.
Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga bahwa berdasarkan rekapitulasi data dari jumlah kejadian tersebut, dengan luasan terbakar sebanyak 391 hektare.
"Kejadian tersebar dibeberapa kecamatan diantaranya, Kecamatan Mantangai, Kapuas Murung, Dadahup dan beberapa kecamatan lainnya," kata Panahatan Sinaga, Senin, 21 Agustus 2023.
Selama periode tersebut, terdapat 476 hotspot atau titik panas tersebar di wilayah Kabupaten Kapuas, dengan pemadaman darat sebanyak 35 kali dan pemadaman udara 19 kali.
Adapun upaya yang dilakukan pihaknya adalah menetapkan status siaga darurat Karhutla di wilayah Kabupaten Kapuas.
--page
Kemudian, aktivasi Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla dari tingkat desa kelurahan, kecamatan dan kabupaten (Posko Induk).
"Juga melaksanakan pencegahan dan deteksi dini Karhutla melalui sosialisasi kepada masyarakat, pemasangan spanduk imbauan, patroli terpadu, pengecekan hotspot
dan Edaran Bupati Kapuas tentang Kesiapsiagaan menghadapi Karhutla kepada
seluruh Kades/Lurah, Camat dan Perusahaan Besar Swasta (PBS).
"Juga melaksanakan pemadaman darat Karhutla serta menindaklanjuti laporan-laporan kejadian karhutla di wilayah Kabupaten Kapuas," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/Y)









