BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pencarian korban akibat tertabraknya perahu jenis alkon yang dikemudikan oleh Hasanudin (23), warga RT 4, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, memasuki hari kelima.
Belum ada tanda-tanda signifikan yang mengarah keberadaan jasad Hasanudin oleh tim selama lima hari pencarian. Walau begitu secercah harapan muncul saat warga dan tim menemukan lantai perahu dan alat kayuh yang hanyut hingga ke muara Sungai Sekonyer.
Semangat kembali muncul, keluarga Hasanudin bersama warga sejak pagi hingga dinihari secara bergantian melakukan pencarian. Dari muara hingga sungai dalam Sekonyer yang terkenal dengan habitat buayanya mereka terjuni dan menyelam ke dasar sungai. Bahkan dari hulu Teluk Kumai hingga ke Tanjung Api-api.
Sementara Basarnas, Rescue Damkar, BPBD Kobar, Satpolair, Pos AL, tak tinggal diam, dengan segala kemampuan rescue mereka turut terlibat dengan konsisten hingga hari kelima ini.
Dalam proses pencarian tim dan warga merasa kesulitan akibat faktor cuaca dan arus air sungai yang deras. Selain itu titik koordinat jatuhnya korban tidak diketahui secara pasti. Seandainya titik tersebut diketahui, maka Basarnas dan tim lainnya siap melakukan penyelaman.
"Tim dan warga memprediksi bahwa korban sudah hanyut dan terbawa arus. Untuk itu kami sudah koordinasi dengan nelayan di pesisir untuk segera menyampaikan apabila ditemukan adanya serpihan atau benda yang mencurigakan," kata Kepala Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar, Mulkan, Minggu (9/4/2016).
Sejauh ini armada yang dikerahkan berupa perahu getek milik nelayan sebanyak tujuh perahu, dua kelotok besar, dua unit speed boat warga, sat unit speedboat Basarnas, dua unit speedboat BPBD, satu unit speedboat Polair, dan tiga unit speedboat TNI AL.
Rencananya warga dan keluarga korban akan menggunakan duri dari pohon Jayau, berdasarkan beberapa kasus duri tersebut dapat digunakan untuk mencari korban tenggelam. Duri tersebut ditarik menggunakan perahu dan apabila terkena tubuh korban akan segera tersangkut.
"Insya Allah kita juga akan menggunakan tenaga spiritual untuk membantu menemukan korban," pungkas Mulkan.
Berdasarkan informasi yang diterima Borneonews, pada awalnya pencarian oleh tim gabungan akan dihentikan pada Minggu (9/4/2016). Namun saat dikonfirmasi ke BPBD Kobar, bahwa berdasarkan instruksi Bupati maka waktu pencarian diperpanjang hingga Selasa depan.
"Bupati meminta proses pencarian agar dilanjutkan hingga Selasa depan," kata Hermon F Lyon. (KOKO SULISTYO/m)






