BORNEONEWS, Palangka Raya – Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kalteng, Sri Widanarni mengajak masyarakat sadar pentingnya vaksinasi hewan peliharaan untuk menghindari potensi rabies.
Ditambah lagi melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), jika harus memelihara dan hidup berdampingan dengan hewan sebagai langkah antisipasi dini.
“Penyakit rabies atau anjing gila bisa terjadi karena gigitan pada manusia, tidak hanya oleh Anjing, tapi bisa juga Kucing, Kera dan lainnya,” ungkapnya saat Rapat Koordinasi PMHS dan Pelaporan PMK di Best Western Hotel, Palangka Raya, Jumat malam, 25 Agustus 2023.
Terpisah Kasi Penyidikan Penyakit Hewan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (LKHKMV) Kalteng, Agnes menyampaikan ada dua cara memastikan hewan terjangkit rabies.
Pertama dengan metode swab PCR yang bisa dilakukan melalui uji sampel air liur hewan yang terindikasi terjangkit virus rabies.
--page
Kemudian metode kedua bisa dilakukan dengan melakukan uji laboratorium pada otak hewan yang ingin diidentifikasi paparan rabiesnya.
“Pemeriksaan PCR hampir mirip dengan Covid-19 dan bisa dilakukan saat hewannya masih hidup. Sedangkan untuk uji otak hewannya sudah dalam keadaan mati,” ungkapnya. (HERMAWAN DP/J)









