PARA orangtua yang punya anak baru lulus SMA yang hendak mendaftar menjadi anggota Polri harus lebih hati-hati terhadap penipuan yang menawarkan jasa ingin mengurus anaknya bisa lulus tes.
Pesan ini disampaikan Kabag Dalpers Biro SDM Polda Kalteng AKBP Raden Petit Wijaya saat sosialisasi penerimaan anggota Polri, Senin (11/4/2016).
Menurutnya saat ini proses penerimaan anggota Polri di Polda Kalteng sedang berlangsung.
“Berkaitan dengan penerimaan ini kita imbau seluruh masyarakat lebih waspada terhadap penipuan saat penerimaan anggota Polri yang mengaku bisa meluluskan saat penerimaan,” sebutnya.
Kondisi seperti ini sangat rawan dimanfaatkan oknum untuk mencari keuntungan pribadi.
Bahkan dia mengaku bisa saja terjadi ada oknum polisi yang melakukan hal demikian dan mengaku panitia dalam rekrutmen ini.
“Untuk itulah hal ini perlu kita sampaikan supaya masyarakat tahu penerimaan Polri tidak ada istilah bisa diurus dan masuk harus bayar sekian untuk menjadi anggota Polri. Saya tegaskan hal seperti itu tidak benar,” katanya.
Dia menekankan kepada masyarakat agar jangan sampai terpengaruh jika ada oknum yang mengaku bisa mengurus dalam penerimaan anggota Polri.
“Sebab yang menentukan lulus atau tidaknya itu adalah Tuhan Yang Maha Esa dan diri sendiri. Kita harus percaya diri untuk mengadapi tes ini. Eranya sekarang sudah lain dan dalam proses rekrutmennya kita gunakan pengawas internal dan eksternal,” tegasnya.
Kapolres Katingan AKBP Tato Pamungkas mengajak para pemuda untuk segera mendaftarkan diri mengikuti rekrutmen ini.
Menurutnya momen ini merupakan kesempatan bagi pemuda Katingan untuk mengabdi menjadi anggota Polri.
“Kita jamin penerimaan Polri ini bersih dan transparan. Kita siap bantu warga supaya bisa dapat sebanyak-banyaknya dalam penerimaan ini. Makanya bagi yang mendaftar, kita beri pelatihan supaya bisa ikut tes,” katanya. (B-6)




