HARI Bhakti Rimbawan ke-33 di Kabupaten Sukama­ra diperingati dengan upaca­ra yang digelar di halamatan kan­tor bupati, Senin (11/4/2016).


Upacara itu mengusung tema Dengan Etos Kerja Dan Jiwa Korsa Rimbawan, Kita Tingkatkan Integritas Rimbawan Indonesia.

Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Sukamara Ahmad Dirman.


Turut hadir dalam kegiat­an itu Wakil Bupati Sukama­ra Wi­n­du Subagio, forum ko­munikasi pimpin­an daerah (FKPD), pegawai negeri si­pil, dan sejumlah perwakilan perusaha­an.


Pada kesempatan itu, dilakukan pula penyerahan ban­tuan bibit pohon secara simbolis kepada masyarakat supaya bisa ditanam di lahan yang mereka miliki.


Bupati saat membacakan sam­butan Menteri Lingkung­an Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, menghadapi situasi dan kondi­si persoalan sumber daya alam, maka menjadi kebutuhan utama bagi para pemangku ke­pentingan untuk saling men­dukung, sinergis, dan ber­sungguh-sungguh, serta konsi­ten antara kata dan perbuatan dalam upaya meles­ta­ri­kan hutan.


“Ini juga merupakan tantangan yang harus mampu diurai agar kekayaan sumber daya hutan justru dapat di­manfaatkan dengan baik, serta te­tap memelihara keles­ta­rian hutan dan ekosistem ling­kungan,” katanya.


Ia turut pula menyebut ba­­nyak pihak yang terlanjur me­­lihat komplikasi masalah pe­­ngelolaan hutan dengan ber­bagai macam tekanan dan kepentingan yang tertu­ju pa­da kawasan hutan berser­ta isinya.


“Ini juga merupakan tanta­ng­an yang harus mampu di­urai,” imbuhnya.


Tantangan yang paling pelik dan masih terus dihada­pi terutama adalah praktik pe­ne­bangan liar, penyeludupan, dan perdagangan hasil hu­tan ilegal, kebakaran hutan dan lahan, deforestasi dan degradasi, masalah sosi­al, masalah tenurial, pe­ram­bahan kawasan hutan, per­dagangan satwa yang di­lindungi, dan lainnya.


“Masalah-masalah tersebut harus segera diatasi dengan sistem data dan administrasi serta berbagai instrument kerja yang belum optimal,” kata dia.


Masih dalam sambutannya, Bu­pati menyebut kehutan­an memerlukan rimbawan yang mampu berkomunika­si dan memiliki integritas tinggi untuk membangun bang­sa. Karena itu, rimbawan harus mampu menunjukan peran dan fungsinya diberbagai po­sisi dan profesi secara nyata serta mampu menjaga dan mendayagunakan sumber da­ya hutan dengan baik dan benar.


“Cita-cita untuk menjadikan pengelolaan hutan trofis terbaik didunia semestinya bukan hanya sekedar mimpi yang tidak bisa diwujudkan. Tekad untuk mewujudkannya harus kita miliki mulai sekarang, inilah juga tantang­an bagi para rimbawan,” tegasnya. (MG13/B-3)