BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai ekonomi alam selama ini sering dikaitkan dengan sumber daya yang dapat diambil atau dimanfaatkan.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS , Henky Satrio Wibowo, mengatakan cara pandang tersebut perlu diperluas.
Menurutnya, alam juga memiliki nilai ketika tetap hidup.
“Kayu bernilai ketika ditebang. Ikan bernilai ketika ditangkap. Lahan bernilai ketika dimanfaatkan. Kita perlu mengembangkan cara berpikir yang berbeda: alam juga memiliki nilai ketika tetap hidup,” kata Henky kepada Borneonews pada Senin, 14 September 2026.
Ia mengatakan hutan yang terjaga menyediakan air, mempertahankan habitat satwa, mendukung sumber pangan dan memberikan jasa ekologis untuk jangka panjang.
Hal tersebut juga berlaku bagi ekosistem danau.
Danau yang sehat bukan hanya tempat menangkap ikan, tetapi menjadi ekosistem yang memungkinkan ketersediaan ikan tetap terjaga bagi generasi berikutnya.
Henky menilai pendekatan tersebut dapat mengubah perdebatan antara ekonomi dan lingkungan.
“Yang lebih penting adalah mencari bentuk ekonomi yang tidak menghancurkan fondasi ekologisnya sendiri,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/H)









