SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran lahan masih terjadi di wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Terbaru, terjadi lima kali kebakaran lahan di wilayah Kota Sampit hanya dalam waktu kurang satu hari.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, Hery Wahyudi.

"Untuk tempatnya berbeda-beda dan ada juga yang berdekatan. Juga ada yang dekat dengan pemukiman warga seperti yang terjadi di Jalan Wengga Heppy," kata Hery Wahyudi, Senin, 4 September 2023.

Sebelumnya, pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait lima kali kejadian tersebut. Kelima lokasi kebakaran itu di antaranya di Jalan Pramuka, Kecamatan MB Ketapang, Jalan Wengga Metropolitan, Jalan Wengga Heppy dan Jalan Bumi Raya 1. Tidak hanya petugas pemadam kebakaran saja yang turun untuk memadamkan api, petugas dari BPBD Kotim dan sejumlah relawan juga ikut serta dalam berjibaku melawan api.

"Dari kami semua unit mobil dinas kami turunkan di lapangan dan puluhan anggota juga diterjunkan untuk memadamkan api," ucapnya.

--page

Menurut informasi yang didapat di lapangan, kebakaran lahan yang paling besar terjadi di Jalan Pramuka, Kecamatan MB Ketapang. Sekitar kurang lebih 4 hektar lahan milik warga yang terbakar di areal tersebut.

Sementara itu, atas kejadian ini, Kapolres Kotim AKBP Sarpani mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan hal-hal yang memicu kebakaran lahan, seperti membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.

"Untuk itu diharap masyarakat lebih bijak dan waspada menyikapi musim kemarau yang rentan terjadinya kebakaran lahan. Dan apabila terjadi kebakaran segera hubungi petugas terkait," kata Kapolres Kotim

Kapolres juga menegaskan, akan menindak secara tegas apabila kedapatan pelaku yang sengaja membakar lahan. Karena menurutnya kebakaran lahan sangat membahayakan warga sekitar juga berdampak pada kesehatan masyarakat.

"Pasti, kami akan tindak tegas siapa saja yang berani membakar lahan dengan sengaja pasti akan tindak," tegasnya. (BUDDI RAHMAT H/Y)