BORNEONEWS, Barito Selatan - Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Barito Selatan (Barsel) sepanjang Januari-Februari 2016 tercatat ada 20 kasus korban gigitan anjing. Empat kasus positif rabies.
“Dari Januari hingga Februari ada 20 kasus gigitan anjing, empat di antaranya positif rabies,” kata kepala Dinas Distanak Barsel Ibarata kepada Borneonews, Kamis (14/4/2016) siang.
Ia mengatakan, data Maret 2016 masih belum direkap apakah ada kasus gigitan atau tidaknya. Pihaknya masih menunggu laporan dari masing-masing daerah.
Tidak menutup kemungkinan korban akan bertambah, lanjut dia, apabila masyarakat tidak proaktif melaporkan ada kasus gigitan atau kejanggalan pada hewan peliharaan yang berada di wilayah tempat tinggalnya.
“Untuk itu, kita berharap masyarakat proaktif melaporkan jika ada kasus gigitan. Dan lebih penting memvaksinasikan hewan peliharaan khususnya anjing apabila petugas turun ke lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya Perda Nomor 8/2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Rabies, salah satu amanat dari perda itu yang dilakukan saat ini yaitu mensosialisasikan perda tersebut.
Jadi, lanjutnya, untuk sosialisasi tahap pertama telah dilakukan pada 2015 buat seluruh aparat desa/kelurahan di Barsel.
Tahun 2016 ini merupakan sosialisasi tahap kedua yang yang dilakukan untuk masyarakat pemilik hewan. Dan difokuskan di daerah kasus gigitan yang positif rabies dan pertisipasi masyarakat rendah dalam hal vaksinasi.
Berdasarkan data, sejumlah daerah itu berada di beberapa desa di Kecamatan Dusun Utara dan Gunung Bintang Awai.
“Di daerah kasus gigitan positif rabies dan partisipasi masyarakat rendah untuk melakukan vaksinasi hewan-hewan peliharaannya kami fokuskan sosialisasi,” jelasnya.
Sosialisasi ini, lanjut dia, untuk mengenalkan rabies, mulai dari ciri-ciri hewan rabies, penanganan pertama dan lain sebagainya. Pihaknya, telah melakukan sosialisasi ke setiap daerah yang banyak hewan peliharaan.
Saat ini hanya sisa beberapa tempat saja yang belum dilakukan sosialisasi. Rencananya minggu depan akan melakukan sosialisasi ke tempat tersebut. Setelah itu pada Mei 2016 baru dilakukan vaksinasi massal.
Sementara itu Kadis Dinas Kesehatan Barsel Daryomo Sukiastono mengatakan, pihaknya bersama Distanak telah melakukan penyuluhan dan sosialisasi secara rutin.
Hal itu dilakukan agar masyarakat mengetahui sehingga tidak meremehkan gigitan anjing, kucing serta kera, karena dapat menyebabkan rabies bahkan bisa merenggut nyawa.
Beruntung, lanjut dia, dari beberapa kasus gigitan yang positif rabies tidak ada yang meninggal dunia.
“Korban cepat ditangani oleh pihak kesehatan, sehingga bisa diatasi tidak sampai menyebabkan kematian,” ujarnya.
Ia menyebutkan, gejala rabies, penderita mengalami, sakit kepala, lesu, mual, nafsu makan berkurang, gugup dan nyeri bila ditekan pada bekas luka gigitan.
“Gejala yang khas yaitu rasa takut pada air yang berlebihan, kejang-kejang yang disusul dengan kelumpuhan,” bebernya. (URIUTU DJAPER/m)




