BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat, Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno mengatakan bahwa kemungkinan terjadi kematian pada ternak terjangkit LSD relatif rendah. Meski demikian, peternak tetap harus waspada terhadap penyakit ini.
"Kasus kematian pada ternak akibat LSD atau penyakit kulit akibat virus hanyalah di bawah 10 persen," kata drh Ganjar pada Rabu, 27 September 2023.
Hal ini disampaikan Ganjar saat membuka Sosialisasi Kesehatan Hewan, PMK dan LSD untuk peternak sapi di wilayah Bukit Batu, Balai Pelatihan Pertanian atau BPP Tangkiling pada Rabu, 27 September 2023.
"Dampak kematiannya sebenarnya kecil saja, masih di bawah 10 persen. Tetapi tetap saja merugikan peternak kalau sampai ada yang kena," tuturnya.
Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan oleh UPTD Puskeswan dan BPP Tangkiling dan dihadiri oleh 25 orang peternak sapi di wilayah Kecamatan Bukit Batu.
--page
Kegiatan dibuka oleh drh Ganjar Priyatno selaku Kabid Keswan Kesmavet PPH dan penyaji materi oleh Kepala Puskeswan, drh Eko Hari Yuwono. (TESTI PRISCILLA/H)









