TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprediksi beberapa beberapa wilayah di Kabupaten Barito Timur berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada tanggal 8-9 Oktober 2023.

Pada Minggu 8 Oktober, potensi hujan dimaksud terjadi di Kecamatan Pematang Karau, Raren Batuah, Dusun Tengah Paku, Karusen Janang, Paju Epat, Awang dan Kecamatan Patangkep Tutui.

Sedangkan pada Senin 9 Oktober, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang diprakirakan terjadi di Kecamatan Pematang Karau, Raren Batuah, Paku, Karusen Janang, Awang, Benua Lima dan Kecamatan Dusun Timur.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Sanggu Nur Setiawan mengingatkan agar masyarakat Barito Timur terap mewaspadai potensi hujan lokal dengan durasi singkat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang, serta berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor  dan pohon tumbang.

"Rendahnya intensitas hujan selama beberapa hari terakhir perlu diwaspadai juga karena dapat menyebabkan kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Diimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apapun," kata Nur Setiawan, Sabtu, 7 Oktober 2023.

--page

Dia juga meminta masyarakat Barito Timur mengantisipasi potensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan polusi udara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan.

"Sebaiknya masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah, dan ketika berada di luar ruangan agar mengenakan masker terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, anak-anak, ibu hamil dan orang tua usia lanjut," imbuhnya.

Sebelumnya, Nur Setiawan juga telah menyampaikan bahwa awal musim hujan di Barito Timur tahun ini diprakirakan mundur 3 dasarian atau 30 hari dari rata-rata awal musim hujan yang biasanya jatuh pada dasarian I (10 hari pertama) bulan Oktober.

"Prakiraan musim hujan tahun 2023-2024 wilayah Barito Timur dimulai pada dasarian I bulan November 2023, mundur tiga dasarian dari rata-ratanya yang biasa terjadi pada dasarian I bulan Oktober," ujarnya pada bulan September lalu. (BOLE MALO/Y)