Desa Handil Pala, Kecamatan Pulau Hanaut terendam banjir akibat luapan air Sungai Mentaya, Senin (18/4/2016). Luapan air dengan kedalaman 15-30 cm itu menggenangi jalan desa, pekarangan dan rumah-rumah warga. “Untungnya rata-rata warga sini punya rumah panggung, jadi air tidak sampai masuk ke dalam rumah,” kata Andui, seorang warga Handil Pala saat ditemui Borneonews di kediamannya, Senin (18/4/2016).


Ia melanjutkan desanya berada di bantaran Sungai Mentaya dan berseberangan langsung dengan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit. “Desa kami memang termasuk pedalaman, jaraknya cukup jauh (dari Sampit) dan harus menggunakan perahu kelotok,” kata dia.


Menurut Andui, tidak pernah ada pengurukan jalan. Sehingga kalau air sungai meluap maka banjir akan menggenangi pekarangan rumah dan jalanan desa. Meski air tidak terlalu lama menggenang namun cukup mengganggu aktivitas warga. 


“Genangan sekitar empat hingga lima jam saja, tapi terjadi tiga hingga empat kali dalam satu minggu,” terang dia.


Ditemui terpisah, Bahrudin warga lainnya mengatakan sisa banjir menyebabkan jalan sekitar becek. Kondisi itu menyebabkan warga kesulitan untuk beraktivitas seperti bepergian ke tempat kerabat atau teman. “Sangat becek, dan tidak jarang anak-anak maupun orangtua ada yang jatuh terpeleset. Apalagi saat malam hari yang gelap, banyak warga sekitar yang malas keluar rumah akibat hal tersebut,” kata Bahrudin.


Selain Desa Handil Pala, lanjut dia, desa tetangga seperti Desa Handil Setya dan Pandan juga mengalami hal yang sama. Warga mengaku heran karena terkesan tidak ada perhatian dari pemerintah setempat. Seolah kehabisan harapan, akhirnya warga memanfaatkan banjir itu untuk mengangkut kelapa hasil panen mereka.


“Mungkin karena sudah terbiasa, jadi kami sering memafaatkan luapan air tersebut untuk melarutkan buah kelapa dari kebun ke sekitar desa ini. Namun tentunya kami juga berharap ada penimbunan jalan, agar tidak becek akibat luapan air tersebut,” harap Bahrudin. (MH/B-8)