BORNEONEWS, Palangka Raya – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengingatkan pentingnya intervensi pasar dalam pengendalian inflasi.
Kegiatan intervensi di pasar memiliki beberapa manfaat, diantaranya para penimbun barang dan para mafia pangan bisa diminimalisir baik di tingkat nasional maupun di tingkat lokal.
“Permasalahan inflasi ini harus terus ditangani karena bersifat sangat dinamis,” ungkapnya saat rapat mingguan membahas inflasi secara virtual bersama pemerintah daerah dan leading sektor terkait, Senin, 9 Oktober 2023.
Ia menekankan arahan Bapak Presiden agar rapat pengendalian inflasi harus dilakukan. Presiden meminta tetap harus terus waspada dalam menangani inflasi.
“Jangan sampai kita bosan dan kemudian tidak terkendali, karena sekali tidak terkendali maka akan sulit ke depannya,” kata Tito.
--page
Sebagai informasi, berdasarkan rilis BPS Kalteng 2 Oktober 2023 tercatat inflasi gabungan Kota Palangka Raya dan Sampit sebesar 0,11 persen pada September 2023.
Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 117,40. Dari 90 kota IHK, 73 kota mengalami inflasi, sedangkan 17 kota mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,41 persen dengan IHK sebesar 121,63 dan deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,70 persen dengan IHK sebesar 119,96.
Adapun rapat ini tutu dihadiri secara virtual oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Kalteng Sri Widanarni (HERMAWAN DP/J)









