Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Palangka Raya sedang menyiapkan petugas yang bertanggung jawab untuk memberikan vaksin kepada hewan penyebar rabies.
“Kita tengah menyiapkan sebanyak 30-40 petugas untuk memberikan vaksin kepada hewan penyebar rabies,” cetus Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disperkanak Kota, Sugiyanto di Palangka Raya, Senin (18/4/2016).
Ia mengungkapkan, penyiapan tim tersebut saat ini dalam tahap perencanaan. Pada hari Rabu (20/4) besok, para petugas tersebut akan diberi pembekalan.
“Tim itu, selain dari dinas, juga ada dokter hewan termasuk beberapa akademisi dari universitas yang ada di Palangka Raya,” tutur
Sugiyanto.
Sementara, pelaksanaan vaksinasi direncanakan dimulai pada awal April mendatang dengan sasaran utama anjing di kawasan di Kecamatan Jekan Raya.
“Tahap pertama kita fokuskan di Kecamatan Jekan Raya karena paling banyak terdapat anjing baik yang dipelihara masyarakat maupun yang liar. Jika ini telah selesai baru kita lanjutkan empat kecamatan lain, namun tetap berdasar skala prioritas,” paparnya.
Penyakit rabies ini dapat ditularkan oleh hewan berdarah panas seperti anjing, kucing maupun kera melalui gigitan atau luka yang terkena liur hewan positif rabies.
Namun demikian, lebih dari 90 persen penularan penyakit yang menyerang susunan saraf ini disebabkan oleh gigitan anjing yang positif rabies.
Sementara tanda-tanda umum hewan yang terjangkit rabies ialah keluar air liur secara berlebihan, tak lagi menuruti perintah pemilik dan menjadi ganas serta mengigit apa yang ditemui. Hewan juga akan sering bersembunyi di tempat teduh dan sejuk.
“Vaksinasi ini akan kita lakukan melalui pola ‘door to door’. Untuk itu kami berharap masayarakat dapat berperan aktif agar program pencegahan rabies ini dapat maksimal.” (ANT/B-12)




