BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada yang berbeda terlihat dihalaman rumah warga Desa Tempayung Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam). Sekitar pukul 21.00 WIB warga setempat tampak antusias menyaksikan film yang diputar menggunakan proyektor LCD. Film apakah gerangan?
Ternyata film yang diputarkan tersebut adalah film semi dokumenter tentang tata cara penanggulangan rabies terhadap manusia dan anjing peliharaan.
Menurut Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kobar drh. Hermantasana, Kamis (21/4/2016), sebenarnya kunjungan mereka ke Desa Tempayung hari itu tidak direncanakan.
"Hari itu kami sedang melakukan sosialisasi tentang bahaya rabies di Desa Babual Baboti, Kecamatan Kolam. Tetapi kegiatan kami juga terdengar oleh Kepala Desa dan tokoh masyarakat di Desa Tempayung. Kontan, sekitar pukul 16.00 WIB pada hari yang sama mereka segera menghubungi kami agar melakukan sosialisasi serupa di desanya. walaupun saat itu sudah sore, namun tetap kami iyakan," jelasnya.
Mengingat kondisi jalan dan jarak, tim Distanak tiba di Desa Tempayung sekitar pukul 21.00 WIB.
"Walau sudah larut malam, kami terkejut sekaligus merasa terhormat melihat sambutan warga. Mereka rupanya telah menyiapkan tempat di halaman rumah salah seorang warga, agar film semi dokumenter tentang rabies bisa diputar. Demikian juga genset untuk menyalakan laptop dan proyektor. Rupanya telah siap dilokasi kegiatan," ujar Herman dengan nada gembira.
Herman menceritakan, berdasarkan penuturan masyarakat setempat, mereka sebearnya ingin mendapatkan pengetahuan dan sosialisasi tentang pencegahan dan penangulangan bahaya rabies.
"Menurut masyarakat mereka harus mengetahui dengan jelas bagainama cara pencegahan, penanganan bila digigit anjing, tanda-tanda anjing tertular rabies," jelasnya. (WAHYU KRIDA/YD)




