PANGKALAN BUN - Meroketnya harga sayuran di Kota Pangkalan Bun dipengaruhi tingginya curah hujan yang mengguyur bumi Marunting Batu Aji. Tengok saja, harga satu ikat bayam yang biasanya Rp5 ribu, kini naik jadi Rp10 ribu. Kemudian sawi, yang sepekan lalu masih di kisaran Rp8 ribu, hari Kamis (21/4/2016), terpantau Rp12 ribu.
“Saya juga mendapat cerita dari pengantar sayur kepasar yang biasanya mengambil sayur tersebut dari para petani di Desa Kumpai Batu Bawah. Katanya akibat tingginya curah hujan, banyak tanaman sayur yang rusak. Sehingga stok sayuran sedikit namun permintaan banyak. Akibatnya harga mengalami kenaikan,” ungkap Wati, salah seorang pedagang sayur di Pasar Tembaga Indah, Kelurahan Baru, Kamis (21/4/2016).
Di tempat yang sama, Ipah (55), pedagang sayur lainnya, menuturkan, walau beberapa komoditi sayur mengalami kenaikan harga, namun ada juga yang harganya malah menurun.
“Contohnya lombok. Bila harganya dibandingkan dengan seminggu lalu penurunannya mencapai 50 persen. Karena seminggu lalu harganya Rp50 ribu, saat ini Rp 25 ribu,” ujarnya.
Karena beberapa komoditi sayur mengalami kenaikan harga, para pembeli terutama para penjual makanan terpaksa mencari cara agar harga jual produk makanannya tidak mengalami kenaikan.
“Contohnya bila saat ini sayur sawi harganya naik, maka saya segaja tidak membeli sayur tersebut. Namun mengganti menu menggunakan jenis sayur lainnya seperti kangkung. Karena harga kangkung hingga saat ini masih tetap sama sekitar Rp5 ribu per ikat,” ujar Musdalifah warga Kelurahan Mendawai yang berprofesi sebagai penjual makanan.(YD)






