BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau PSKL KLHK Republik Indonesia, Bambang Supriyanto mengunjungi areal kemitraan antara PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS bersama Kelompok Tani Hutan atau KTH Karya Masoraian, yang berada di Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kowaringin Lama, Senin lalu.
Dalam rilis yang dikirimkan SSMS pada Kamis, 2 November 2023 disampaikan bahwa kunjungan yang berlokasi di Astana Al-Nursari tersebut dihadiri oleh Ditjen PSKL Bambang Supriyanto, Kepala Balai PSKL Kalteng Eko Nopriadi, Kepala Bappeda Kobar Juni Gultom, perwakilan KPHP Kobar, USAID Segar Ian Hilman serta Camat Kotawaringin Lama, Babinsa dan Bhabinkabtibmas, perwakilan beberapa KTH di wilayah Kobar, serta tim dari SSMS
"Saya samlaikan apresiasi kepada SSMS yang telah menginisiasi kemitraan bersama 4 KTH di wilayah Kobar, salah satunya KTH Karya Masoraian," kata Ditjen PSKL, Bambang Supriyanto.
HKm Masoraian, lanjutnya, memiliki potensi yang luar biasa, dari segi wisata keanekaragaman hayati maupun kultur. Hal ini tentunya sangat berpotensi untuk meningkatkan skala ekonomi dan nilai tambah produk yang berada di areal kawasan tersebut.
Bambang Supriyanto menekankan kerjasama para pihak di areal HKm ini sudah bagus dan berharap adanya kemitraan ini menjadi peluang bagi KTH untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan secara berkelanjutan.
--page
"Untuk itu, diperlukan dukungan dari SSMS untuk membantu memasarkan produk hutan agar bisa lebih berdaya saing serta memiliki pasar yang luas, baik domestik maupun internasional," tuturnya.
Kunjungan ini juga dirangkaikan dengan penandatangan perjanjian kerjasama antara SSMS dengan KTH Karya Masoraian di tahun ke-3. Pada tahun 2024 mendatang, program kemitraan akan berfokus pada perlindungan kawasan dan pemberdayaan masyarakat serta penguatan dalam aspek pengembangan ekowisata dengan menyediakan fasilitas dan sarana pemberdayaan yang dibutuhkan komunitas seperti karamba ikan, stup madu kelulut, pos jaga, dan sarpras damkar.
Kemitraan ini sudah dinisiasi sejak tahun 2019. Beberapa program yang sudah dijalankan seperti perlindungan kawasan hutan dan keanekaragaman hayati, pembentukan tim Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kebakaran hutan dan lahan, pengadaan alat pemadam kebakaran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Group Head Sustainability SSMS menyampaikan, bahwa kemitraan ini tidak hanya untuk pelestarian hutan tetapi juga bagaimana memajukan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
--page
"Melalui kemitraan ini juga kami berharap Perseroan bisa menjadi contoh bagi para pelaku industri sawit untuk ikut serta berkontribusi positif dalam perlindungan dan pelestarian kawasan hutan," katanya. (TESTI PRISCILLA/j)









