SEBANYAK 740 siswa SMP dan SMA di Kabupaten Kotawaringin Timur mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab) yang digelar sejak 22 - 28 April 2016.


Ketua Panitia Popkab Kotim, Hasan Basri mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya mendorong semangat pelajar untuk mencintai dan berprestasi di bidang olaharaga.


“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang kita lakukan untuk menumbuhkembangkan rasa cinta anak terhadap olahraga. Olahraga perlu dilakukan masyarakat daerah ini, terutama anak-anak dan remaja,” kata Hasan Basri saat pembukaan Popkab Kotim di Stadion 29 Nopember Sampit, Jumat (22/4/2016).


Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan bergengsi tingkat pelajar tersebut sebanyak 740 peserta, terdiri dari utusan 17 kecamatan se Kotim. 


Rinciannya, utusan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sebanyak 191 orang, Baamang 230 orang, Seranau 19 orang, Mentaha Hilir Utara 39 orang, Mentaya Hilir Selatan 50 orang, Pulau Hanaut 10, dan Teluk Sampit 13 orang.


Kemudian Kecamatan Kotabesi 49 orang, Cempaga 102 orang, Cempaga Hulu 12 orang, Parenggean 57 orang, Mentaya Hulu 5 orang, Antang Kalang 8 orang, Telawang 30 orang, Tualan Hulu 4 orang, terakhir Telaga Antang 6 orang. 


Ada satu kecamatan yang tidak mengirim perwakilannya yakni Kecamatan Bukit Santuai.


Sementara cabang olahraga yang diperlombakan adalah atletik, pencak silat, sepak takraw, bola basket, tenis meja, bulu tangkis, voli, dan tenis lapangan.


“Atlet terbaik pada Popkab ini dipersilahkan atau diutus untuk mengikuti pekan olahraga pelajar tingkat provinsi di Palanmgkaraya Juli 2016 nanti,” ucap Hasan Basri.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kotim, Putu Sudarsana menginstruksikan kepada semua atlet utusan kecamatan untuk menjaga nama baik Kotim dengan menjunjung tinggi sportivitas.


“Kegiatan dua tahun sekali ini rutin yang harus kita lakukan. Makanya setiap ada pekan olahraga bisa ditingkatkan. Semua pelajar yang berpartisipasi tujuannya adalah mencari bibit pelajar untuk ikut bertanding menjaga nama baik Kotim,” kata Putu.


Popkab yang dilaksanakan pemerintah daerah ini, menurut Putu, tidak ada untungnya bagi pemerintah daerah. Namun mendidik generasi muda itu sangat perlu karena mereka merupakan generasi muda penerus bangsa yang suata saat akan menjadi pemimpin daerah.

(B-11)