BORNEONEWS, Palangka Raya - Akademisi menyusun buku panduan untuk membantu stakeholder melakukan konservasi. Ini dilaksanakan dalam Workshop Input Kesesuaian Tanaman dan Implementasi Konservasi Tanah dan Air pada Lahan Kritis guna membuat Pedoman Teknis yang Mendukung Keberlanjutan Sumber Daya Lahan di Provinsi Sumatera Utara.
Regional Manager USAID Iuwash Tangguh, Zulfa Ermiza mengatakan bahwa dari penyusunan buku panduan ini bisa menjadikan sesuatu yang bisa digunakan oleh para stakeholder terkait dalam konservasi.
"Penyusunan buku panduan ini bisa menjadikan sesuatu yang bisa digunakan oleh para stakeholder terkait dalam konservasi," kata Zulfa dalam keterangan resminya pada Senin, 20 November 2023.
Dengan mempadupadankan dan juga bekerjasama dengan semua stakeholder, lanjutnya, baik di Provinsi Sumatera Utara dan Kab/kota, sangat diharapkan bahwasanya input saran dan masukan dari semua tentunya akan memperkaya buku panduan yang nanti bisa digunakan oleh para stakeholder terkait.
"Dari USAID Iuwash Tangguh panduan ini nantinya tidak hanya bisa digunakan oleh Provinsi Sumatera Utara akan tetapi juga bisa digunakan di wilayah yang lainnya," bebernya lagi.
--page
Sementara itu, Kepala Bappelitbang Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Bidang Perekonomian Bappelitbang Provinsi Sumatera Utara, Ir Tarsudi mengatakan bahwa tanah dan air merupakan sumber daya alam utama yang menjadi penyokong seluruh kehidupan makhluk hidup yang ada dipermukaan bumi.
"Sumber daya alam tersebut rentan mengalami degradasi dan kerusakan," kata Tarsudi.
Menurut data world bank, lanjut Tarsudi, terjadinya polusi degradasi tangkapan air atau catchment area, investasi berlebihan dan pengelolaan yang buruk merupakan faktor-faktor ancaman utama bagi kualitas, keamanan maupun aksesbilitas air.
Implementasi konservasi dan kelestarian lahan kritis, lanjutnya, merupakan tindakan yang sinegritas dari para pihak yang mendukung keberlanjutan sumber daya lahan dalam rangka mewujudkan pembangunan keberlanjutan, sustainability diseluruh kawasan khususnya di Provinsi Sumatera Utara.
"Konservasi lahan, tanah, dan air ini juga merupakan bagian daripada program perencana pembangunan undang karbon nantinya," tuturnya lagi.
Kegiatan tersebut diisi dengan pemaparan tentang Pedoman Teknis yang Mendukung Keberlanjutan Sumber Daya Lahan di Sumatera Utara yang disampaikan dua orang Guru Besar Universitas Sumatera Utara atau USU yakni Profesor Rahmawaty dan Prof Abdul Rauf dengan dimoderatori oleh Binti Maniyah Sitakar. (TESTI PRISCILLA/Y)









