BORNEONEWS, Palangka Raya - Founder/CEO Environment Institute yang juga Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Dr Mahawan Karuniasa mengatakan bahwa berkaitan dengan upaya mitigasi emisi gas rumah kaca, beberapa negara maju telah menyatakan komitmennya untuk membantu Indonesia beralih ke energi bersih.
"Beberapa negara maju telah menyatakan komitmennya untuk membantu Indonesia beralih ke energi bersih dengan mempercepat bauran energi menjadi 23 persen pada tahun 2025," kata Mahawan seperti dalam rilis yang diterima Borneonews pada Jumat, 24 November 2023.
Hal ini disampaikannya pula dalam Simposium yang dilakukan dengan skema hybrid dan tema "Peluang Dan Tantangan Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Indonesia" kemarin.
"Dalam implementasinya persoalan investasi dan masih mahalnya harga dalam perekonomian energi yang dihasilkan dari EBT membuat banyak investor melakukan kehati-hatian dan menjalankan proyek energi bersih," tutur Mahawan lagi.
Itulah, katanya, yang melatarbelakangi pihaknya menggelar Simposium yang dilakukan dengan skema hybrid dan tema "Peluang Dan Tantangan Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Indonesia" ini.
--page
Ada lima pembicara yang diminta menyampaikan paparannya dalam kegiatan tersebut salah satunya Kaprodi S2 dan S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Sumatera Utara, Prof Ir Rahmawaty.
Selain Prof Rahmawaty, ada empat pembicara lainnya dalam diskusi yang dipimpin moderator Dr Soleh Rusyadi Maryam tersebut antara lain Rektor Institut Teknologi PLN, Prof Iwa Garniwa dan Founder/CEO Environment Institute yang juga Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Dr Mahawan Karuniasa. Kemudian ada Center for Research on Energy Policy-ITB, Dr Retno Gumilang Dewi, serta Executive Vice Presiden Manajemen Konstruksi PLN-Sumatera Kalimantan Sulawesi, Weddy Bernadi Sudirman.
Kegiatan juga diisi dengan sambutan dari Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan atau SIL Universitas Indonesia, Dr Tri Edhi Budhi Soesilo. Sementara itu, kegiatan dibuka oleh Ketua Kluster Inovasi Hijau, Produksi-Konsumsi Berkelanjutan dan Energi Terbarukan, Dr Ahyahudin Sodri. (TESTI PRISCILLA/H)









