BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) kepada guru SD di Kalimantan Tengah. ToT ini merupakan upaya OJK untuk menyiapkan guru untuk mengajar mengenai literasi keuangan kepada peserta didik sejak dini.

Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan, OJK Horas V M Tarihoran dalam ToT Materi Buku "Mengenal Jasa Keuangan" Guru Sekolah Dasar, di  Palangka Raya, Rabu (27/4/2016).

Ia mengatakan, OJK sudah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyusun edukasi keuangan tingkat SMA dan SMP sejak 2014. Kemudian berlanjut dengan penyusunan buku edukasi keuangan tingkat SD.

"Saat OJK dibentuk tahun 2013, kita melaksanakan survei. Hasilnya menyatakan tingkat literasi atau tingkat pemahaman masyarakat kita terhadap industri keuangan hanya sekitar 21,8%. Artinya kalau kita punya masyarakat 250 juta orang, hanya 55 juta yang paham betul dan terampil mengenai jasa keuangan ini," ungkap Horas.

Karena itulah, lanjutnya, ToT ini disampaikan kepada para guru, karena gurulah yang punya akses untuk anak-anak generasi penerus bangsa.

"Ini kan pelatihan untuk guru-guru SD. Sebelumnya juga kita latih guru-guru PAUD. Karena kan mereka ini yang punya akses untuk pendidikan anak-anak, selain itu mereka juga bisa sampaikan kepada sekitarnya," tambahnya.

Senada dengan hal itu Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio yang juga hadir dalam kegiatan itu menyampaikan bahwa pihaknya berharap melalui kegiatan ini guru dapat menjadi fasilitator dalam menyampaikan pengetahuan tentang OJK dan industri jasa keuangan.

"Sehingga dapat turut berperan mengantarkan masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi sehingga masyarakat dapat memilih dan memanfaatkan produk dan jasa keuangan guna mendorong terciptanya masyarakat Indonesia yang sejahtera," tutur Mofit.


Sementara itu Kepala OJK Kalteng Dadang Ibnu Windartoko menyebutkan, peserta kali ini berasa dari empat kabupaten/kota yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, Katingan dan Kapuas.

"Ini kita lakukan bertahap, empat kawasan dulu. Nanti selanjutnya daerah-daerah lainnya," ujarnya. (TESTI PRISCILLA/m)