BORNEONEWS, Palangka Raya - EarthQualizer sangat berharap agar komitmen Kebijakan Keberlanjutan dapat diperluas tidak hanya pada anak perusahaan PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Group langsung saja. Tetapi juga kepada pemasok dan pihak ketiga yang terafiliasi secara transparan kepada publik dengan memastikan keterlibatan masyarakat secara partisipatif agar komitmen keberlanjutan ini terimplementasi dari hulu ke hilir sepanjang rantai pasok perusahaan.
Hal ini terkait dengan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS Group yang berkomitmen menjalankan praktik-praktik bisnis yang berkelanjutan serta menjaga dan memelihara kondisi lingkungan sekitarnya, termasuk bersama EarthQualizer.
"Untuk memastikan kebijakan keberlanjutan juga dijalankan oleh para pemasok, SSMS melakukan pendampingan dan supervisi kepada pemasok TBS," kata Chief Sustainability Officer PT SSMS Tbk, Henky Satrio W dalam keterangan resminya pada Kamis, 7 Desember 2023.
Pemasok TBS, lanjut Henky, sebagai bagian supply chain dan tracebility TBS, seperti halnya memastikan PT Sawit Mandiri Lestari dan PT Sapalar Yasa Kartika untuk menjalankan program konservasi pengelolaan kebun secara berkelanjutan dan ramah lingkungan, sesuai dengan roadmap program keberlanjutan.
Lebih lanjut, Henky optimis bahwa kelangsungan usaha perkebunan kelapa sawit dalam jangka panjang akan terjamin, dan berupaya menjadikan SSMS sebagai green industry dengan proses bisnis yang berkelanjutan dari hulu ke hilir dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, bukan semata aspek ekonomi saja.
--page
Untuk itu, katanya, tahun 2023 merupakan komitmen besar SSMS terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup, SSMS bersama 5 Kelompok Tani Hutan atau KTH di Kalimantan Tengah menjalin kemitraan dalam bidang penjagaan hutan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kemitraan ini, SSMS turut berkontribusi dalam melestarikan kawasan dengan nilai konservasi tinggi beserta keanekaragaman hayati yang ada dikawasan tersebut, mengingat adanya potensi ancaman perusakan yang tinggi akibat kebakaran hutan, perambahan dan illegal logging.
"Sementara itu, sinergi kami dengan NGO lingkungan dan konservasi Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF telah berhasil melepasliarkan 53 individu Orangutan Pulau Salat ke Taman Nasional," tuturnya.
SSMS menyadari pentingnya lingkungan dengan keanekaragaman hayati yang harus dijaga dengan baik, hal tersebut menjadi aspek penting dari Kebijakan Keberlanjutan Perusahaan.
Tidak hanya itu, SSMS juga menjalankan strategi mitigasi konflik di semua unit bisnis dan serangkaian kegiatan berdasarkan pra-syarat sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) diantaranya Grievance Mechanism, Free, prior and informed consent (FPIC) dan beberapa program tanggungjawab sosial yang telah di implementasikan di tingkat tapak.
--page
Sementara itu, sinergi kami dengan NGO lingkungan dan konservasi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) telah berhasil melepasliarkan 49 individu Orangutan Pulau Salat ke Taman Nasional. Kami menyadari pentingnya lingkungan dengan keanekaragaman hayati yang harus dijaga dengan baik, hal tersebut menjadi aspek penting dari Kebijakan Keberlanjutan Perusahaan. (TESTI PRISCILLA/j)









