SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat rilis tahap I sensus pertanian.

"Ini rilis tahap pertama sensus pertanian, nanti rilis kedua indikator yang lebih detail tahun depan," kata Kepala BPS Kotim Eddy Surahman, Jumat, 8 Desember 2023.

Sensus pertanian bertujuan untuk menggali data tentang potensi pertanian di Kalimantan Tengah. Khususnya di Kotim pada rilis tahap pertama diketahui jumlah petani, petani sektor apa yang paling banyak, dan sektor apa yang paling banyak ditanam.

"Pada 4 Desember 2023, kami merilis gambaran umum dalam buklet hasil pencacahan lengkap sensus pertanian 2023 tahap I Kabupaten Kotim," ujarnya.

Gambaran umum pertanian di Kotim diantaranya rumah tangga usaha pertanian (RTUP) 36.964 rumah tangga dan usaha pertanian perorangan (UTP) 37.798 unit. Jumlah usaha tani berbadan hukum 52 unit dan jumlah pertanian lainnya 14 unit. Sementara petani milenial usia 19-39 tahun sebanyak 18.416 orang atau 51,64 persen dari jumlah petani.

--page

BPS melakukan sensus pertanian 10 tahun sekali. Eddy mengatakan, gambaran umum kondisi pertanian di Kotim dibandingkan data 10 tahun lalu dari sisi pelaku usaha perorangan mengalami penurunan.

Lanjutnya, seperti dipaparkan kepala dinas pertanian provinsi bahwa lahan l sawah terjadi peralihan untuk sektor lain. Sehingga sangat berpengaruh dari usaha tani perorangan. 

"Apalagi saat ini sawit sedang gencar. Yang tadinya padi jadikan lahan sawit banyak, ada juga yang dulu bertani berhenti lalu menjadi buruh perkebunan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)