BORNEONEWS, Palangka Raya - Komunitas SolidaritasYY menggelar aksi pengumpulan tandatangan di arena Car Free Day (CFD) Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (8/5/2016) pagi. Aksi ini adalah bentuk desakan agar negara segera ambil bagian dalam penghapusan kekerasan seksual.

Solidaritas YY adalah gerakan spontanitas warga atas kasus menimpa Yuyun, anak usia 14 tahun yang diperkosa 14 orang di Rejang Lebong, Bengkulu dan ditemukan tewas. Ironisnya, setelah ditangkap, diketahui ke 14 pelaku ternyata berusia dari 16-23 tahun.

Aksi dilakukan SolidaritasYY merupakan ajakan supaya masyarakat secara bersama-sama mengambil tindakan agar kejadian serupa tak terulang. Selain itu, dengan aksi yang digelar serentak di Indonesia ini, diharapkan negara membuat regulasi penghapusan kekerasan seksual.

Aksi di Palangka Raya dilakukan dengan membentangkan spanduk berukuran 2 x 1 meter tepat di depan Rumah Jabatan Gubernur Kalteng. Warga yang kebetulan berolahraga diminta ambil bagian dengan membubuhkan tandatangan.

Komunitas itu juga membagikan selebaran yang berisi tujuan aksi dan sikap komunitas tersebut. Adapun poin yang disampaikan antara lain, meminta pemerintah memberikan perlindungan yang komprehensif, mendesak percepatan pembuatan regulasi dan mengajak masyarakat bersama-sama memerangi kekerasan seksual.

Koordinator Aksi, Anas, didampingi Supriadi, mengatakan, mereka berhasil mengumpulkan setidaknya 400 tandatangan warga Palangka Raya. "Harapan kita 1000 tapi kita kekurangan media (spanduk) untuk tempat membubuhkan tandatangan," ungkapnya.

Lanjut dia, spanduk ini nantinya akan dikirim ke Bengkulu untuk dikumpulkan sebelum diserahkan ke pemerintah pusat. Anas pun berharap, di Kalteng yang kasus kekerasan seksual terhadap anak juga cukup tinggi, pemerintah provinsi dan kota/kabupaten, ambil bagian dalam upaya pencegahan agar tak ada YY lain lagi. (RONI SAHALA/m)