PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bahasa daerah dengan stereotip tentang kedaerahannya bagi sebagian orang menimbulkan keengganan tersendiri untuk menggunakannya.

Padahal, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis mengatakan bahwa memperkaya bangsa dapat dilakukan melalui melestarikan bahasa daerah.

"Tidak melulu kalangan muda, mereka yang sudah berada di usia matang juga sering kali mengingkari pentingya menjaga dan melestarikan bahasa daerahnya," kata Muis pada Rabu, 17 Januari 2024.

Dengan menggunakan bahasa daerah dalam ragam-ragam tertentu, lanjut Muis, seolah dapat membuat penuturnya mengalami penurunan eksistensi.

"Pertanyaannya adalah, kalau bukan dari diri sang penutur jati yang memulainya, lalu siapa yang akan melestarikan bahasa daerah. Apakah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah," tuturnya lagi.

--page

Perihal bahasa daerah dan tanggung jawab untuk melakukan pelindungan terhadapnya agar tetap lestari, lanjutnya, itu menjadi hal yang cukup kompleks.

"Bagaimanapun, setiap penduduk Indonesia memiliki suku bangsanya sendiri-sendiri," bebernya. (TESTI PRISCILLA/H)