PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada tahun 2024 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapatkan dana REDD (Reducing Emission From Deforestation and Forest Degradation Plus Conservation) dari bank dunia sebesar USD 5 Juta.

Dana tersebut diterima karena Kalteng menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang menghasilkan dana karbon tertinggi.

Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo mengatakan, pendapatan tersebut diperoleh melalui pengelolaan emisi karbon yang diterapkan oleh Pemprov Kalteng pada 2023 lalu.

"Ini sebagai kebanggaan atas pencapaian ini dan mengharapkan upaya pelestarian lingkungan dapat terus dilakukan," katanta, Rabu, 17 Januari 2023.

Terkait penggunaan dana, Pemprov Kalteng akan menyesuaikan dengan ketentuan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis terkait bagaimana mekanisme pengelolaan dana karbon tersebut.

--page

"Tentu hal ini bersentuhan dengan pengelolaan lingkungan yang baik, dan daur ulang sumber daya alam merupakan hal yang sangat penting bagi masa depan kehidupan manusia, dan sebagai contoh bagi provinsi lainnya," tuturnya.

Ia juga mengutarakan, untuk lebih peduli dengan lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak serta bertanggung jawab mengelolanya. (MARINI/H)